Menuju konten utama

Sistem Ganjil Genap Tetap Berlaku Saat Demo 4 November

Meski demo 4 November akan berjalan, sistem pembatasan plat nomor polisi ganjil-genap tetap diberlakukan. Karena tanggal genap, hanya kendaraan plat nomor genap yang diperbolehkan masuk jalur protokol di sekitar lokasi saat aksi berlangsung.

Sistem Ganjil Genap Tetap Berlaku Saat Demo 4 November
Petugas Kepolisian memberhentikan kendaraan dan memberikan imbauan kepada pengendara berplat nomor genap saat melintas di Kawasan Pembatasan Lalu Lintas Ganjil Genap, Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (26/8). ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma.

tirto.id - Aksi demonstrasi 4 November tak berpengaruh pada kebijakan ganjil-genap di Jakarta. Petugas Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya pemberlakuan pembatasan plat nomor polisi ganjil-genap bagi kendaraan mobil saat aksi unjuk rasa damai organisasi kemasyarakatan dan keagamaan hari ini, Jumat (4/11/2016).

"Diberlakukan seperti biasa," kata Kepala Subdirektorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Budiyanto di Jakarta, Jumat.

Budiyanto mengatakan kendaraan plat nomor genap yang diperbolehkan masuk jalur protokol di sekitar lokasi aksi karena tanggal genap saat unjukrasa berlangsung.

Sistem plat nomor polisi ganjil-genap diterapkan pada Senin-Jumat pukul 07.00 WIB-10.00 WIB dan sore hari pukul 16.30 WIB-20.00 WIB di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman-Jalan MH Thamrin, serta Jalan Gatot Subroto.

Diperkirakan massa sebanyak 100.000 orang yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pendukung Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) akan menggelar aksi damai di sekitar Monumen Nasional (Monas) Jakarta

Mengantisipasi hal itu, Polda Metro Jaya berupaya maksimal mengamankan aksi massa seperti menempatkan 300 polisi wanita (polwan) berhijab sebagai garda terdepan dan negosiator dengan pendemo. “Diharapkan keberadaan polwan berkerudung itu mampu meredakan tensi pengunjuk rasa agar tetap menjaga situasi yang kondusif,” demikian yang dikutip dari Antara,

Selain itu, Polda Jawa Barat menurunkan sejumlah anggota Satuan Brimob bersorban dan akan membacakan shalawat sebagai aksi simpatik terhadap pengunjuk rasa.

Polda Metro Jaya juga menyiapkan rekayasa atau pengalihan arus saat terjadi kepadatan di lokasi unjuk rasa sekitar Istana Kepresiden dan Silang Monas Jakarta Pusat. Polri dibantu TNI dan instansi lainnya pun mensiagakan sekitar 18.000 personil guna mengamankan aksi tersebut.

Baca juga artikel terkait DEMO 4 NOVEMBER atau tulisan lainnya dari Yuliana Ratnasari

tirto.id - Politik
Reporter: Yuliana Ratnasari
Penulis: Yuliana Ratnasari
Editor: Yuliana Ratnasari