Sinopsis Preman Pensiun Season 5 Episode 19 Tayang 29 April di RCTI

Oleh: Cicik Novita - 29 April 2021
Dibaca Normal 2 menit
Sinopsis Sinetron Preman Pensiun season 5 episode 18 yang tayang 28 April di RCTI
tirto.id - Sinetron Preman Pensiun 5 tayang pada pukul 04.00 WIB - 05.30 WIB di stasiun televisi RCTI, namun jadwal dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan stasiun televisi.

Masih setia dengan genre drama komedi, Preman Pensiun 5 disutradarai oleh Aris Nugraha yang juga merangkap menjadi penulis naskah sinetron ini.

Preman Pensiun musim kelima diproduksi oleh ANP Media dan MNC Pictures, dan ber-setting di wilayah Bandung, Jawa Barat. Kisahnya tentang kehidupan para preman jalanan dan terminal yang diwarnai perebutan wilayah kekuasaan antar kelompok.

Tokoh utama masih seperti pada musim sebelumnya yaitu Epy Kusnandar yang berperan sebagai Kang Muslihat, mantan penguasa terminal dan pasar yang memutuskan pensiun dan berbisnis di bidang kuliner, menjual dan memproduksi kecimpring.

Sinopsis Sinetron Preman Pensiun 5 Episode 18 Tayang 28 April

Bos Darman harus menghadapi dua orang preman bayaran, yang selama ini dia cari-cari. Ia hendak membalaskan dendam anak buahnya yang patah pinggang akibat dikeroyok oleh mereka dulu. Preman bayaran itu adalah suruhan Bos Edi.

Sementara itu, anak buah Bos Saep berhasil mendapatkan lagi calon copet baru. Proses pelatihan dan KKN, kuliah kerja nyopet, dilakukan lagi. Namun dalam proses pelatihan, Mulyana anak buah Saep ditangkap, demikian pula satu murid baru Saep.

Bubun yang mendapatkan tambahan anak buah dari Bos Edi, mengumpulkan semua preman di terminal yang bertugas menjadi makelar bus dan angkot. Saat itu tiba-tiba Toni menelpon Deny sehingga Bos Bubun akhirnya tahu bahwa Deny adalah informan Tony. Deny pun dipukul.

Semua kelompok barisan sakit hati karena ditendang dari terminal oleh Bubun pun masih belum berani berkumpul di markas mereka, sebab Bubun mengancam akan mencari satu-satu dan menghajar mereka.

Ami ditugaskan Saep untuk mengganggu Gugum. Saat itu Gugum akhirnya bercerita bahwa ia adalah mantan copet anak buah Saep yang sudah insyaf. Gugum dan Mira disuruh Pak Junaedi untuk melakukan gerakan ABC, aksi berantas copet. Karena itu Saep menyuruh Ami mengganggu Gugum.

Di sisi lain, Kang Cecep mendatangi markas Bos Bubun di terminal untuk memberi peringatan Bubun agar tidak mengganggu Boy sepupunya. Cecep juga menjamin Boy tak akan mengganggu Bubun.

Ujang Rambo diingatkan Kang Mus, untuk tidak membiarkan perasaannya kepada Serena berlanjut, karena ia sudah punya anak istri. Hal itu membuat Ujang murung. Kemudian datang arsitek yang membuat desain masjid, dan Kang Mus menyetujui desain miliknya.

Sementara itu Kang Pipit yang bosan di rumah saja, akhirnya pergi ke tempat Mawar bertugas jadi tukang parkir. Disana ia tahu bahwa Ajun baru dihajar oleh preman lain. Kang Pipit pun lantas menelpon Kang Murad, mengajak ketemu di parkiran pasar. Kang Murad salah paham mengira Kang Pipit menantangnya duel, langsung datang.

Kang Murad akhirnya diberi tahu bahwa teman Mawar dikeroyok. Murad marah dan menyuruh Mawar dan Taslim membalas pengeroyok Ajun, jika tidak Murad yang akan maju.

Bos Darman menelpon Boris dan Toni, memberitahu bahwa sudah saatnya mereka menghancurkan Bubun.

Seperti apa kelanjutan ceritanya, simak tayangan sinetron Preman Pensiun 5 di RCTI esok hari pada jam yang sama.

Berikut ini nama-nama aktor dan aktris pemeran dalam sinetron Preman Pensiun 5:
  • Epy Kusnandar sebagai Kang Muslihat / Kang Mus
  • Mochammad Fajar Hidayatullah sebagai Ujang Rambo
  • Abenk Marco sebagai Cecep
  • Denny Firdaus sebagai Murad
  • Nurtika Noviani sebagai Fatimah
  • Ica Naga sebagai Pipit
  • Angelica Simperler sebagai Silvia
  • Kiki Kinanti sebagai Serena
  • Enco Ruhayat sebagai Darman
  • Ivan Rivky Kabira sebagai Bang Edi
  • Melga Septrida sebagai Bubun
  • Dian Sule sebagai Willy
  • Iyang Noni sebagai Ceu Mumun
  • Aulia Yasmin sebagai Yasmin.


Baca juga artikel terkait PREMAN PENSIUN atau tulisan menarik lainnya Cicik Novita
(tirto.id - Film)

Kontributor: Cicik Novita
Penulis: Cicik Novita
Editor: Yulaika Ramadhani
DarkLight