Menuju konten utama

Sinopsis Krrish 3, Pencarian Penawar Wabah Tayang di ANTV Siang Ini

Sinopsis Krrish 3 berkisah tentang, Rohit dan Krisna yang harus berpacu dengan waktu, mereka harus mencari penawar virus.

Sinopsis Krrish 3, Pencarian Penawar Wabah Tayang di ANTV Siang Ini
Poster Film Krrish 3. wikimedia comomns/fair use

tirto.id - Krrish 3, film tentang pencarian penawar wabah virus untuk menyelamatkan masyarakat, akan tayang di stasiun televisi ANTV pada hari ini, Minggu (31/5/2020) pukul 11.30 WIB.

Krrish 3 berada dalam arahan Rakesh Roshan dengan Robin Bhatt, Honey Irani, Irfan Kamal, Akarsh Khurana, Sanjay Masoomm, David Benullo, dan Rajshri Sudhakar membantu dalam hal penulisan naskah. Film berdurasi 152 menit ini rilis pertama kali pada 1 November 2013.

Selain Krrish 3, Rakesh Roshan juga merupakan sutradara Krrish (2006), Koi... Mil Gaya (2003), Karobaar: The Business of Love (2000), Kaho Naa... Pyaar Hai (2000), Koyla (1997), Karan Arjun (1995), King Uncle (1993), Khel (1992), Kishen Kanhaiya (1990), Kala Bazaar (1989), Khoon Bhari Maang (1988), dan Khudgarz (1987).

Para pemain Krrish 3

Para pemain yang bergabung dalam Krrish 3 ini di antaranya:

Hrithik Roshan sebagai Krishna Mehra/Krrish/Rohit Mehra

Vivek Oberoi sebagai Kaal

Priyanka Chopra sebagai Priya Mehra

Kangana Ranaut sebagai Kaya

Arif Zakaria sebagai Dr. Varun Shetty

Raju Kher sebagai Dr. Alok Sen

Rajpal Yadav sebagai Kripal Sharma

Rakhi Vijayan sebagai Mrs. Sharma

Gowhar Khan sebagai Frog Man

Nazia Shaikh sebagai Cheetah Woman

Sinopsis Krrish 3

Pada cerita sebelumnya, Krishna Mehra telah pergi dari persembunyiannya di pelosok India. Dia mengejar Priya yang merupakan cinta sejatinya.

Saat berada di Singapura, Krishna telah menunjukan kekuatannya dan menjadi pahlawan bertopeng berjuluk Krrish.

Pada momen itu pula, Krishna mengetahui apabila ayahnya, Rohit Mehra yang merupakan ilmuan belum meninggal. Krishna dan ayahnya pulang menuju India bersama.

Pada cerita kali ini, Krishna dan ayahnya telah tinggal bersama. Krishna juga menikahi Priya, yang saat ini bekerja sebagai jurnalis untuk Aaj Tak.

Rohit bekerja di sebuah lembaga penelitian untuk pemerintah India. Sementara Krishna telah kehilangan pekerjaannya karena sering absen. Krishna memang sering sibuk dengan kegiatannya sebagai pahlawan super Krrish.

Kala itu Rohit sedang melakukan sebuah penelitian dengan membawa jaringan kehidupan ke jaringan mati.

Transfer jaringan itu menggunakan kekuatan sinar matahari. Sayangnya penelitian itu masih sering gagal karena intensitas sinar matahari yang berlebih.

Beberapa hari kemudian, Rohit mendengar adanya wabah penyakit mematikan yang menyebar di Namibia. Virus itu menjadi berbahaya lantaran belum ada penawarnya. Rohit berkonsultasi dengan temannya Dr. Varun Shetty tentang situasi tersebut.

Suatu ketika, Shetty menerima panggilan telepon dari Dr. Alok Sen, seorang ilmuwan yang bekerja untuk laboratorium Kaal.

Dia bersikeras ingin bertemu dan mengungkapkan informasi tentang virus dan penawarnya.

Sayangnya, Sen dan Shetty, terbunuh oleh Kaya, seorang mutan perempuan yang telah berubah bentuk. Dia merupakan antek dari Kaal, seorang jenius yang jahat serta memiliki kekuatan telekinetik. Kaal memiliki pasukan manusia setengah hewan yang berbahaya.

Kemudian terungkap bahwa virus di Namibia merupakan virus ciptaan Kaal. Dia juga yang menyebarkan. Kaal ingin membuat dunia panik dan menjual penawar virus. Hanya dia yang memiliki penawar tersebut.

Kini Rohit dan Krisna harus berpacu dengan waktu. Ada beberapa pekerjaan yang perlu mereka selesaikan.

Pertama mereka harus mencari penawar virus. Kedua mereka juga perlu mengobati para masyarakat sebab virus telah memasuki kawasan India. Ketiga mereka harus melawan dan menghentikan Kaal serta komplotannya.

--------------------------------------------------------------

Penayangan film ini bisa berubah sewaktu-waktu, sesuai kebijakan stasiun televisi.

Baca juga artikel terkait SINOPSIS FILM atau tulisan lainnya dari Sirojul Khafid

tirto.id - Film
Kontributor: Sirojul Khafid
Penulis: Sirojul Khafid
Editor: Nur Hidayah Perwitasari