Menuju konten utama

Sinopsis Ishq Mein Marjawan EP 96 ANTV: Arohi Dapat Kalung

Drama India Ishq Mein Marjawan episode 96 bercerita saat Deep kembali memeluk Arohi dan memintanya agar tetap tinggal di rumah ini bersamanya.

Sinopsis Ishq Mein Marjawan EP 96 ANTV: Arohi Dapat Kalung
Film India Ishq Mein Marjawan. FOTO/IMDB

tirto.id - Drama India Ishq Mein Marjawan episode 96 tayang di ANTV Jumat (25/10/2019) pukul 12.00 WIB. Sinopsis episode 96 Ishq Mein Marjawan menceritakan Arohi yang mendapatkan sebuah kalung berisi foto seorang anak kecil.

Saat ia menyandingkan kalung tersebut dengan foto guru bersama ibunda Deep, tiba-tiba Deep menarik tangan Arohi hingga Arohi terjatuh.

Sementara, orang yang sangat mirip dengan Deep terkejut saat didapatinya Tara sedang tertidur dan berselimut di kamar. Orang itu memercikkan air ke wajah Tara dan memintanya untuk bangun. Usai Tara bangun, tiba-tiba Deep datang dengan mengarahkan pistol ke arah lelaki tersebut.

“Aku tahu semuanya," ujar Deep pada Tara dan lelaki didepannya. Deep tahu bahwa sebelum dirinya masuk ke kamar itu, lelaki dan Tara masuk ke kamar Arohi.

Mereka menyemprotkan wewangian yang membuat Arohi tak sadarkan diri. Kemudian, Deep juga melakukan hal tersebut pada Tara sebelum akhirnya Deep meletakkan Tara di kamar.

Lelaki tersebut mengambil pistol yang ada di tangan Deep. Suara tembakan terdengar, Tara terkejut, namun Deep tetap berdiri tegak. Deep kembali mengambil pistol tersebut dari tangan lelaki itu.

“Kau lupa apa yang ku katakan? Kita sedang menjalankan permainan yang menarik," ujar Deep pada lelaki tersebut

“Dan permainan ini sudah berakhir,” lanjut Deep.

Beberapa saat kemudian, lelaki yang mirip dengan Deep dan Tara telah terikat di sebuah kursi. Deep meninggalkan senjata yang 10 menit lagi akan melukai mereka berdua.

“Stop," ujar lelaki itu sebelum Deep keluar dari kamar.

Sementara, di kamar, guru terkejut saat didapatinya tulisan di cermin kamar. Ia teringat beberapa waktu lalu Arohi bertanya kepadanya tentang rahasia Deep. Guru segera mengemasi pakaian dan mematikan lampu kamar. Arohi melihat lampu kamar gurunya yang mati. Arohi ingin segera menemui gurunya sebelum pergi.

“Guru sudah tidak ada,” ujar Arohi sesampainya di kamar gurunya.

Arohi mencoba mencari sesuatu di balik kasur namun tak menemukannya. Ia mencoba membuka lemari namun lemari tersebut terkunci. Sebatang kayu melayang di pundak Arohi, Arohi terjatuh dan tak sadarkan diri.

Seseorang tersebut adalah guru. Guru kemudian membuka lemari dan mengambil kalung yang terbungkus amplop berwarna coklat. Guru membuka amplop tersebut, Arohi yang tergeletak membuka mata. Arohi kemudian berdiri dan memukul pundak bagian kanan gurunya hingga sang guru pingsan. Arohi kemudian mencari kalung tersebut, dengan ragu ia membuka kalung itu.

“Ini adalah kalung ke tiga,” ujar Arohi saat membuka kalung tersebut yang berisi foto anak kecil dan tertulis nomor 3.

Tara dan Ra, lelaki yang mirip dengan Deep, berusaha melepaskan diri dari kursi tersebut. Mereka berjibaku untuk mengambil sebuah korek api, namun saat korek api yang sudah ditangan itu tak menyala. Sedangkan waktu di senjata tersebut terus melajut. Mereka memejamkan mata dan berteriak saat senjata menujukkan angka 0.

Di kamar, Arohi menyandingkan kalung tersebut dengan sebuah foto. Foto itu berisi guru, Vasundara dan seorang anak kecil yang sangat mirip dengan anak kecil di kalung tersebut. Sesaat kemudian Deep menarik tangan Arohi. Selain itu Deep juga menyudutkan Arohi ke tembok dan mendorongnya hingga jatuh ke lantai. Deep segera mengambil kalung tersebut dan meninggalkan kamar.

“Deep, kau berjanji menjagaku, tapi,” ujar Arohi menangis di lantai.

Beberapa saat kemudian, Arohi mendatangi Deep di kamar dan memukul pundaknya. Arohi menunjukkan pada Deep tangannya yang memerah. Arohi juga menagih janjinya jika Deep akan menjaganya. Deep memeluk Arohi.

"Lepaskan aku Deep," ujar Arohi. Deep segera membawa Arohi keluar kamar.

“Aku ingin membahagiakan Arohi, aku mencintainya. Aku tak ingin dia bersedih," ujar Deep pada Arohi.

“Tak usah bicara cinta," jawab Arohi dengan mendorong tubuh Deep.

Deep memeluk erat Arohi, Arohi lalu berteriak dirinya tak bisa lagi tinggal di rumah ini.

“Apakah kau masih membenciku?” tanya Deep pada Arohi. Deep mencium kening Arohi dan memeluknya. Arohi menjawab bahwa dirinya memang membenci Deep.

“Apakah kau masih membenciku?” tanya Deep pada Arohi.

“Ya, aku,” jawab Arohi.

“Ya, kamu mencintaiku. Dan ini adalah cinta yang sesungguhnya," potong Deep saat Arohi belum selesai bicara.

Deep kembali memeluk Arohi dan memintanya agar tetap tinggal di rumah ini bersamanya. Deep menusukkan jarum ke pundak Arohi. Beberapa saat kemudian, Arohi tak sadarkan diri.

Baca juga artikel terkait DRAMA INDIA ISHQ MEIN MARJAWAN atau tulisan lainnya dari Sarah Rahma Agustin

tirto.id - Film
Kontributor: Sarah Rahma Agustin
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Nur Hidayah Perwitasari