Siapapun Gubernurnya Rusun Rawa Bebek Harus Jadi Rusunami

Oleh: Dieqy Hasbi Widhana - 15 Februari 2017
Dibaca Normal 1 menit
"Mau siapapun yang terpilih, kalau bisa Rusunawa ini menjadi Rusunami. Pendidikan anak sekolah juga semoga lebih dipedulikan," harap Irwan
tirto.id - Warga korban penggusuran Bukit Duri, Irwan, mendatangi TPS 140 setengah jam sebelum jadwal yang ditentukan. Dia menyempatkan diri untuk menggunakan hak suaranya sebelum kembali bekerja sebagai sopir angkot. Ia juga berharap stastus sewa di Rusun Rawa Bebak berubah menjadi hak pribadi.

"Mau siapapun yang terpilih, kalau bisa Rusunawa ini menjadi Rusunami. Pendidikan anak sekolah juga semoga lebih dipedulikan," harap Irwan kepada Tirto, Rabu (15/2/2017).

Di Rusun Rawa Bebek, pembukaan TPS tak sesuai dengan jadwal undangan. ‎Ketua RW Rusun Rawa Bebek, Muhamad Rais, baru membacakan sumpah panitia pemilihan jam 7.16 pagi.

"Ini jam segini belum siap ya. Ini waktunya agak lambat. Kalau untuk kayak begini kan yang bekerja waktunya berkurang," keluh Suhadi, Panitia Pengawas TPS 140 kepada Tirto.

Suhadi menjelaskan, setiap warga bisa langsung datang ke TPS dengan membawa surat undangan. Setelah itu panitia memeriksa jari calon pemilih, guna memastikan tak ada tinta hitam. Setelah itu, warga diminta untuk mematikan ponselnya.

Rusun Rawa Bebek terbagi dalam 2 TPS, yakni TPS 140 dan TPS 141. Di TPS 140 jumlah pemilih tetap sebanyak 412 orang. Sedangkan di TPS 141 ada ‎298 pemilih tetap. Kedua TPS tersebut menjadi wilayah dari RW 17, Kelurahan Pulo Gebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur.

Rais mengungkapkan, ada 3 orang saksi dari tim yang dibentuk pasangan calon. Dari ketiganya, hanya 1 orang saja yang merupakan warga Rusun.

‎"Dia bawa surat tugas, jelas, asli, kita terima," tutur Rais saat berbincang pada Tirto.

Rais mengakui, selama masa kampanye, dia tak mengijinkan ada kampanye di Rusun. "Jangankan kampanye, stiker saja tidak saya bolehkan nempel," imbuhnya.

‎Saat ditemui Tirto, Ketua PPS Kelurahan Pulo Gebang, Alkoni memaparkan bahwa, setiap TPS diberikan tambahan kertas suara. Jumlahnya 2,5 persen dari total pemilih tetap.

"Jadi itu nanti bisa digunakan oleh warga yang memang belum terdaftar di DPT tapi ber-KTP Rusun Rawa Bebek," jelas Alkoni.

Pada Pilkada DKI Jakarta ini, warga akan memilih satu dari tiga pasangan calon, yakni:

Pasangan nomor urut satu adalah Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni yang diusung Partai Demokrat, PPP, PKB dan PAN.

Pasangan nomor urut dua adalah Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat yang diusung PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Hanura dan Partai NasDem.

Pasangan nomor urut tiga adalah Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang diusung Partai Gerindra dan PKS.

Pilkada 2017 diikuti 101 daerah di seluruh Indonesia, mulai dari tingkat provinsi, kabupaten, serta kota. Daerah yang akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah tersebut terdiri atas tujuh provinsi, 76 kabupaten, dan 18 kota.

Baca juga artikel terkait PILKADA DKI JAKARTA 2017 atau tulisan menarik lainnya Dieqy Hasbi Widhana
(tirto.id - Politik)

Reporter: Dieqy Hasbi Widhana
Penulis: Dieqy Hasbi Widhana
Editor: Alexander Haryanto
DarkLight