Serangan Udara Israel Hancurkan Satu-Satunya Lab COVID-19 di Gaza

Penulis: Restu Diantina Putri - 18 Mei 2021 17:32 WIB
Satu-satunya laboratorium COVID-19 di Gaza hancur setelah serangan udara Israel. Akibatnya Gaza tak lagi mampu lakukan tes COVID-19.
tirto.id - Satu-satunya laboratoratorium tes COVID-19 di Gaza hancur setelah klinik tempatnya bernaung, A-Rimal digempur serangan udara Israel pada Senin (17/5/2021). Hal tersebut dikonfirmasi otoritas setempat, Strait Times melaporkan.

Klinik Al-Rimal yang berada di kota Al-Rimal, Jalur Gaza hancur sebagian, sementara kantor kementerian kesehatan wilayah serta kantor Bulan Sabit Merah juga terdampak serangan tersebut.

Akibatnya, laboratorium tersebut tak lagi bisa melakukan tes COVID-19. Sejumlah tenaga medis di kementerian juga dikabarkan terluka, beberapa di antara kritis, ujar Wakil Menteri Kesehatan Wilayah yang dikelola Hamas Yousef Abu al-Rish kepada wartawan, seperti dikutip Strait Times.

Juru bicara kementerian Ashraf Qidra mengatakan serangan Israel "mengancam upaya Kementerian Kesehatan dalam menghadapi pandemi Covid-19".

Serangan itu menghentikan tes skrining COVID-19 di laboratorium pusat di Gaza, imbuhnya.

Sebelum ekskalasi militer antara Hamas dan Israel memanas seminggu lalu, kemampuan tes COVID-19 Gaza rata-rata 1.600 orang per hari.

Tingkat positivitasnya tertinggi di seluruh dunia, yakni 28 persen, dan rumah-rumah sakit sudah mulai kewalahan menangani pasien.

Daerah kantong Hamas berpenduduk dua juta orang itu sejauh ini telah menerima 122.000 dosis vaksin, lebih dari setengahnya belum diberikan, menurut Organisasi Kesehatan Dunia WHO.

WHO mengatakan 103.000 orang telah dites positif terkena virus corona di Gaza, lebih dari 930 di antaranya telah meninggal.


Baca juga artikel terkait KONFLIK ISRAEL PALESTINA atau tulisan menarik lainnya Restu Diantina Putri
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Restu Diantina Putri
Editor: Restu Diantina Putri

DarkLight