Menuju konten utama

Sekolah Negeri di Solo Akan Kekurangan 404 Guru Imbas SE Baru

Surakarta diprediksi kekurangan 350 guru SD-SMP negeri pada 2027 akibat larangan guru non-ASN mengajar dan ratusan guru pensiun akhir 2026 di sekolah kota.

Sekolah Negeri di Solo Akan Kekurangan 404 Guru Imbas SE Baru
Sejumlah siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 4 Menteng, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa (27/1/2026). ANTARA FOTO/Auliya Rahman/wsj.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Sekolah tingkat dasar (SD) dan menengah (SMP) negeri di Kota Surakarta diprediksi kekurangan 404 guru pada 2027. Surat Edaran (SE) yang diterbitkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) menjadi faktor utama atas terjadinya kekurangan itu.

Seperti diketahui bahwa Mendikdasmen pada Abdul Mu'ti menerbitkan SE Nomor 7 Tahun 2026 yang isinya membatasi tugas guru non-ASN di sekolah negeri hingga 31 Desember 2026. Artinya memasuki tahun 2027 guru dengan status non ASN dilarang mengajar di sekolah negeri.

Kepala Dinas Pendidikan Surakarta Dwi Ariyatno mengungkapkan bahwa pihaknya tidak bisa berbuat banyak dan hanya bisa menunggu arah kebijakan dari Wali Kota merespon SE tersebut.

Menurut dia, saat ini ada sekitar 159 guru non ASN (PPPK Paruh Waktu dan Honorer Daerah) masih mengajar di lebih dari 110 sekolah mulai dari tingkat PAUD hingga SMP. Para guru itu telah menandatangani kontrak dengan Pemkot mulai Januari-Desember 2026.

"Kepastian terkait dengan status mereka memang sangat kami butuhkan," ujarnya saat dihubungi, Sabtu (9/4/2026).

Dwi menegaskan bahwa bila ke 159 guru tersebut dilarang memperpanjang kontrak dengan status yang sudah ada Pemerintah Pusat wajib memenuhi kekosongan yang ditinggalkan. Caranya dengan menyediakan 159 guru berstatus ASN.

"Itu sudah kami perhitungan secara maksimal. Karena penugasan ini tidak dimungkinkan kepada jabatan lain. Tidak memungkinkan lagi dibagi karena sebagian besar guru kami sudah mendapatkan tugas diatas 35 JP perhari, perminggu," bebernya.

Terancamnya guru non ASN diperparah dengan kondisi kekosongan mulai Januari-Desember 2026. Dwi menyebut bahwa diproyeksi kan ada sejumlah 250 guru pensiun pada akhir tahun 2026.

"Sampai saat ini belum disiapkan penggantinya. Jadi kalau diakumulasi setidaknya di tahun 2027 harus disiapkan total 404 orang," kata dia.

Baca juga artikel terkait GURU HONORER atau tulisan lainnya dari Romensy Augustino

tirto.id - Flash News
Kontributor: Romensy Augustino
Penulis: Romensy Augustino
Editor: Dipna Videlia Putsanra