Menuju konten utama

Sejarah Valentine

Valentine melaksanakan tugasnya sebagai pendeta, yaitu menikahkan para pasangan yang tengah jatuh cinta meskipun secara rahasia.

Sejarah Valentine
Pengunjung melihat pernak-pernik bernuansa valentine di salah satu gerai di Denpasar, Bali, Jumat (12/2). Penjualan beragam produk cokelat, boneka, bunga dan berbagai pernik lainnya meningkat hingga 50 persen di Denpasar menjelang hari kasih sayang atau valentine yang dirayakan setiap tanggal 14 Februari. antara foto/wira suryantala/nym/pd/16.

tirto.id - Kisah Valentine’s Day atau Hari Kasih Sayang yang dirayakan setiap tanggal 14 Februari berawal dari Valentine nama seorang pendeta yang hidup di Roma pada abad ke-III. Ia hidup di kerajaan yang saat itu dipimpin oleh Kaisar Claudius yang terkenal kejam. Valentine sangat membenci kaisar tersebut karena Claudius melarang adanya pernikahan agar para pria mau bergabung dengan militer dan tidak memikirkan keluarga.

Valentine menolak perintah kaisar dan tetap melaksanakan tugasnya sebagai pendeta, yaitu menikahkan para pasangan yang tengah jatuh cinta meskipun secara rahasia. Sampai pada suatu malam, ia tertangkap basah memberkati salah satu pasangan. Valentine tertangkap, dijebloskan ke dalam penjara dan divonis hukuman mati dengan dipenggal kepalanya pada tanggal 14 Februari.

Tanggal 14 Februari dirayakan sebagai Hari Santo Valentine sejak 498 SM. Hadiah yang identik diberikan saat hari Valentine adalah cokelat dan bunga. Awal mula cokelat menjadi populer di Hari Valentine dimulai dari gagasan Richard Cadburry pada tahun 1868. Mawar merah adalah bunga favorit dari dewi Venus yaitu dewi cinta. Mawar merah ini melambangkan perasaan cinta yang kuat.

Baca juga artikel terkait VALENTINE atau tulisan lainnya dari Nurul Qomariyah Pramisti

Reporter: Nurul Qomariyah Pramisti
Penulis: Nurul Qomariyah Pramisti
Editor: Nurul Qomariyah Pramisti