tirto.id - Merayakan perjalanan sepuluh tahunnya, media Tirto.id menggelar rangkaian acara ulang tahun bertajuk “Mozaik Tenthacle” selama dua hari berturut-turut pada 7-8 Agustus 2026. Perayaan ini menjadi ruang refleksi dan nostalgia sekaligus selebrasi perjalanan Tirto.id dalam menghadirkan karya yang bermakna (meaningful), penuh kesadaran (mindful), dan makin dekat dengan para pembacanya.
Hari pertama perayaan, Jumat (7/8/2026), diisi dengan rangkaian kegiatan bertema “Badai Nostalgia”. Acara dibuka dengan Talkshow 1 bertajuk “Jelajah Resep Warisan” yang membahas pentingnya mendokumentasikan resep keluarga lewat tulisan dan visual. Sesi ini menghadirkan Pendiri Nusa Gastronomi, Mei Batubara, serta kontributor buku Memasak Harapan, Dewi Kharisma Michellia, yang mengupas sejarah serta konteks sosial budaya di balik kuliner Nusantara.
Mei Batubara menegaskan bahwa kekayaan pangan Indonesia tidak hanya menunjukkan identitas budaya, tetapi juga berpotensi menjadi sumber ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat hingga negara.
Diskusi berlanjut pada Talkshow 2, “Antara Nostalgia dan Masa Depan”, yang menghadirkan pegiat otomotif Ditra Yudha dan pegiat motuba (mobil tua bagus) M. Harmein. Sesi ini mengulas seni merawat kendaraan klasik di tengah gempuran transisi energi dan popularitas electric vehicle (EV).
Sementara itu, Talkshow 3 bertajuk “Musik Analog Berjaya Lagi” menutup sesi diskusi sore hari bersama Produser sekaligus Pengamat Musik David Tarigan dan Pendiri 33 RPM Miko Andrean, yang mendiskusikan kebangkitan tren musik analog serta peluang bisnis piringan hitam. Kemeriahan hari pertama ditutup oleh panggung hiburan malam yang menampilkan band Mocca serta aksi panggung DJ Selector: Almighty D, Iqbal Djoha, dan Tuan Parkodi.
Puncak perayaan berlangsung pada Sabtu (8/8/2026) yang ditandai dengan seremoni pemotongan tumpeng bersama tim pengembang kanal Mozaik. Pemimpin Redaksi Tirto.id, Rachmadin Ismail, menyampaikan bahwa momentum satu dekade ini merupakan kesempatan untuk mengambil jeda sejenak dari rutinitas harian media.
“Tema hari ini, Mozaik, adalah tema utama kami, konsepnya kami mau menyajikan konten yang menjadi jeda, break sebentar dari segala rutinitas,” ujar Rachmadin dalam sambutannya pada Sabtu sore di Kopikina, Jakarta Selatan.
Rachmadin menjelaskan bahwa dalam perjalanan sepuluh tahun terakhir, Tirto.id terus berinovasi dalam menyajikan informasi mendalam yang relevan dengan kehidupan pembaca, khususnya melalui konten-konten Mozaik. Konten Mozaik berisi konten sejarah yang memiliki relevansi dengan keadaan saat ini, disajikan dalam format feature di bawah asuhan tim Mild Report.
“Ini bukan isu yang lagi viral dan trending. Makanya nggak semua konten bisa relevan dengan konten Mozaik. Makanya harus ada intinya, harus ada problemnya dulu,” kata Rachmadin.
Ia juga menambahkan, “Selain konsep kontennya Tirto, selain fact-checking dan news, juga ada teman-teman MildReport yang selama ini bekerja keras untuk mempertahankan identitasnya Tirto.”
Semangat mendalam tersebut sejalan dengan visi Tirto.id untuk membangun ikatan yang lebih erat dengan audiensnya. Menurut Rachmadin, konten media tidak sebatas menyampaikan data dan fakta, tetapi juga harus mampu membangun hubungan emosional.
“Ide besarnya nanti yang kita akan dorong adalah konten itu harus punya hubungan yang dekat dengan pembaca,” tegasnya.
Uniknya, di tengah era digital, Tirto.id juga menyentuh pendekatan personal secara analog melalui pembagian kartu pos berisi rekomendasi artikel feature kepada para tamu undangan.
Rangkaian acara dua hari ini akhirnya ditutup secara manis lewat penampilan musik dari Deredia. Kesuksesan perayaan 10 tahun Tirto.id turut didukung oleh sejumlah sponsor, di antaranya PLN, GOTO, Danone, BCA, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Jaringan Prima, Bank Jakarta, Telkom Indonesia, Pertamina Gas Negara, MDKA, Bank Mandiri, Taspen, Finnet, serta dukungan dari Paragon Corp dan Kopikina.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id


































