Satgas Anti-Mafia Bola Sebut Banyak Wasit Terlibat Pengaturan Skor

Oleh: Irwan Syambudi - 9 Januari 2019
Dibaca Normal 1 menit
"Mereka tidak terlibat tetapi mereka tahu ada permainan. Itu yang kami juga akan gali," ujar Krishna
tirto.id - Wakil Ketua Satgas Anti-Mafia Bola Brigjen Pol Kreshna Murti menyebut bahwa ada banyak wasit di sepak bola liga Indonesia yang terlibat pengaturan skor.

"Ada beberapa wasit kami berita acara [periksa], mereka mengatakan, beberapa dari mereka terlibat [...] Katanya wasit itu [yang terlibat] agak banyak," kata Krishna saat ditemui di Yogyakarta, Rabu (9/1/2019).

Menurut Krishna sejumlah wasit yang terlibat ada yang karena terpaksa ikut pengaturan skor, ada yang karena sukarela dan ada juga yang terlibat karena takut.

Namun dari sejumlah wasit yang diperiksa ada pula yang tidak terlibat tetapi mengetahui adanya praktek pengaturan skor.

"Mereka tidak terlibat tetapi mereka tahu ada permainan. Itu yang kami juga akan gali," ujar Krishna

Satgas Anti-Mafia bola telah menangkap satu tersangka kasus dugaan pengaturan skor yakni wasit yang memimpin pertandingan Persibara vs PS Pasuruan di Liga 3 2018.

“Kami tangkap Senin (7/1), inisial N, saat dia berada di sarana olahraga Garut,” ujar Ketua Tim Media Satgas Anti-Mafia Sepakbola, Kombes Pol Agus Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Selasa (8/1/2019). Diketahui, N ialah wasit Nurul Safarid.

Kepolisian menemukan alat bukti dalam kasus Nurul, yakni Keterangan Saksi dari tersangka Priyanto dan tersangka Dwi Irianto, foto bukti transfer Priyanto ke Nurul, tangkapan layar percakapan antara Priyanto dan Nurul soal nomor rekening.


Nurul diduga menerima uang suap dari Priyanto dan Dwi Irianto sebesar Rp 45 juta untuk memenangkan Persibara. Sebelumnya, dilakukan pertemuan pertama pada pertengahan Oktober 2018 di Hotel Central Banjarnegara.

Pertemuan itu dihadiri oleh Priyanto, Johar Lin Eng, Dwi Irianto, Anik Yuni Artikasari, Nurul Safarid, dua asisten wasit, wasit cadangan Chalid Hariyanto, dan pengamat pertandingan. “Pertemuan membahas pertandingan Persibara lawan PS Pasuruan agar perangkat pertandingan memenangkan Persibara,” ujar Argo.

Skema pembayaran ialah Priyanto memberikan uang kepada Nurul sebesar Rp 45 juta dengan rincian Rp 30 juta tunai diberikan di Hotel Central, Rp 10 juta diserahkan di hotel yang sama oleh Dwi Irianto setelah pertandingan usai dan Rp 5 juta ditransfer oleh Priyanto dari rekening Bank Mandiri miliknya ke rekening Bank Mandiri Nurul sehari setelah pertandingan.

Imbas dari match fixing itu, Persibara menang 2-0 atas PS Pasuruan. Argo melanjutkan satgas juga akan memeriksa dua asisten wasit yang terlibat dalam pengaturan pertandingan itu. “Ya akan kami periksa,” ucap dia.


Baca juga artikel terkait PENGATURAN SKOR atau tulisan menarik lainnya Irwan Syambudi
(tirto.id - Hukum)

Reporter: Irwan Syambudi
Penulis: Irwan Syambudi
Editor: Nur Hidayah Perwitasari