Jenazah sastrawan dan budayawan Ajip Rosidi akan dimakamkan di makam keluarga yang berada di sebelah timur rumah duka di Desa Pabelan, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2020).

Menurut anak lelaki Ajip Rosidi, Titis Nitiswari, rencananya jenazah Ajip dimakamkan sekitar pukul 11.00 WIB.

Ajip Rosidi meninggal dunia pada usia 82 tahun di Rumah Sakit Umum Daerah Tidar Kota Magelang pada Rabu (29/7), setelah sekitar sepekan menjalani perawatan di rumah sakit.

Dia meninggalkan seorang istri, Nani Wijaya, serta enam anak, 11 cucu, dan empat cicit.

Titis mengatakan bahwa ayahnya dibawa ke rumah sakit pada Kamis (23/7/2020) dan pada Sabtu (25/7/2020) menjalani operasi karena mengalami pendarahan otak.

"Selama ini Bapak juga menderita kanker," katanya.

Ajip Rosidi, sastrawan yang berasal dari Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, menaruh minat besar terhadap perkembangan bahasa dan sastra Sunda. Ajip Rosidi mulai menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat Jatiwangi pada tahun 1950 dan kemudian melanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama Negeri VIII Jakarta.

Ajip tidak tamat sekolah menengah, namun dia dipercaya mengajar sebagai dosen di perguruan tinggi Indonesia, dan sejak 1967, juga mengajar di Jepang.

Pada 31 Januari 2011, ia menerima gelar Doktor honoris causa bidang Ilmu Budaya dari Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran. Ajip Rosidi telah menghasilkan ratusan karya dalam bentuk buku maupun publikasi tulisan.

Karya sastranya mulai dikenal publik tahun 1952, dan dimuat dalam majalah-majalah terkemuka pada waktu itu seperti Mimbar Indonesia, Gelanggang/Siasat, Indonesia, Zenith, Kisah, dan lain sebagainya.

Tahun-tahun Kematian buku pertama Ajip terbit ketika usianya 17 tahun, yaitu pada 1955. Ia juga menerbitkan kumpulan sajak, kumpulan cerita pendek, novel, drama, kumpulan esai dan kritik, hasil penelitian, baik dalam bahasa Indonesia maupun Sunda. Karya Ajip juga banyak yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa asing.