Menuju konten utama

Sandiaga Nyatakan Siap Berkolaborasi dengan Transportasi Online

Kolaborasi data yang baik antara Pemprov DKI dan pengusaha transportasi online dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai persoalan kemacetan Jakarta.

Sandiaga Nyatakan Siap Berkolaborasi dengan Transportasi Online
Ilustrasi transportasi online Uber. TIRTO/Andrey Gromico

tirto.id - Wakil Gubernur Sandiaga Uno menyatakan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk berkolaborasi dengan perusahaan transportasi online. Kerja sama ini dalam hal partisipasi data untuk merumuskan kebijakan sektor transportasi.

"Jakarta Smart City akan menjadi agregator dari data-data tersebut. Kita akan pastikan data ini diolah dengan baik dan dianalisa secara rinci untuk kebijakan yang menyangkut lalu lintas dan kebijakan yang lain," jelas Sandiaga Uno dalam acara Uber #UnlockingCities di Jakarta, Kamis (1/11/2017).

Analisis data yang baik, menurutnya, dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai persoalan kemacetan Jakarta. Sebagai contoh, berdasarkan data yang ia peroleh, kemacetan di Tanah Abang terjadi bukan semata-mata karena Pedagang Kaki Lima. Kondisi ini juga disebabkan perbaikan jalan yang sedang berlangsung.

Selain itu, Sandiaga berharap ada usaha dari perusahaan ini untuk memotivasi penggunaan transportasi massal. "Transportasi harus bisa menggalang komunitasnya untuk menggunakan transportasi massal dengan lebih baik," tambahnya.

Ia mengatakan kolaborasi antara transportasi online dan massal diperlukan untuk mengurangi kemacetan dalam jangka yang menengah maupun jangka panjang.

Menurut survei konsumen yang dilakukan oleh Uber Indonesia, kemacetan merenggut setidaknya 22 hari per tahun dari waktu hidup dari para komuter di Jakarta.

Kolaborasi ini dapat direalisasikan melalui inisiatif dari sektor publik maupun privat. "Ada jemput bolanya juga dari Transjakarta untuk memastikan di titik-titik tertentu ada kerja sama saling mengumpan karena kedepannya ini semuanya berbasis kolaborasi," tutur Sandiaga.

Sandiaga juga mengatakan isu-isu yang menyangkut permembangan teknologi digital berbasis kemitraan atau sharing economy harus terus bergerak.

"Jadi isunya bukan penetapan upah minimum tapi bagaimana hubungan industrial yang baik antara temen-temen pekerja dan pengusahanya,” jelasnya.

Sandiaga optimistis hubungan baik pekerja dan pengusaha transportasi ini bisa diwujudkan. “Ini adalah hubungan yang betul betul bisa dihadirkan dengan kemampuan pemerintah sebagai fasilitator dan kolaborator," ungkapnya.

Baca juga artikel terkait TRANSPORTASI ONLINE atau tulisan lainnya dari Terry Muthahhari

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Terry Muthahhari
Penulis: Terry Muthahhari
Editor: Yuliana Ratnasari