Sandiaga Jadi Oposisi, Gerindra: Oposisi Itu Sikap, Bukan Posisi

Oleh: Selfie Miftahul Jannah - 14 Juli 2019
Menurut Rahayu siapapun baik individu maupun organisasi bisa menyatakan diri beroposisi dari pemerintah.
tirto.id - Politisi Partai Gerindra Rahayu Saraswati Djojohadikusumo mengapresiasi Sandiaga Uno setelah mendeklarasikan diri sebagai oposisi. Rahayu yang juga anggota DPR Komisi VIII ini mengatakan, sikap oposisi merupakan sikap dari sebuah pilihan.

"Menjadi oposisi adalah hak setiap warga negara maupun organisasi. Menjadi oposisi itu sikap. Bukan posisi," ujar dia kepada reporter Tirto, Minggu (14/7/2019).

Ia menjelaskan, siapapun baik individu maupun organisasi bisa menyatakan diri beroposisi dari pemerintah. Dalam hal ini oposisi merupakan pihak yang siap menjaga check and balance dari kebijakan yang dikeluarkan pemerintah.

"Fungsinya, mengawal kebijakan dan ikut serta dalam pembangunan bangsa. Tapi tidak menjadi bagian dari pemerintah," kata Rahayu yang merupakan Ketua Bidang Advokasi Perempuan Partai Gerindra.

Meski menjadi pengkritik kebijakan, ia mengatakan menjadi oposisi tentu tak akan menanggu sistem pemerintahan. Malah nantinya oposisi bisa memberikan pilihan alternatif dari pilihan kebijakan yang dirasa tidak tepat diaplikasikan untuk masyarakat.

Sebelumnya, calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno memastikan tetap akan jadi oposisi pada periode ke-2 pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). Hal ini dikatakan setelah Calon Presiden Nomor Urut 2 Prabowo Subianto bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Sabtu (13/7/2019).

Prabowo yang bersama-sama Jokowi sudah saling bertemu dan menaiki MRT sudah memberikan pernyataan untuk mendukung Presiden Jokowi dalam periode mendatang.


Baca juga artikel terkait PILPRES 2019 atau tulisan menarik lainnya Selfie Miftahul Jannah
(tirto.id - Politik)

Reporter: Selfie Miftahul Jannah
Penulis: Selfie Miftahul Jannah
Editor: Irwan Syambudi