Obituari

RIP: Yahoo Answers Mengizinkan Kita Goblok tanpa Harus Jadi Toksik

Oleh: Ahmad Zaenudin - 11 April 2021
Dibaca Normal 3 menit
Yahoo Answer akan segera berpulang ketika dunia sedang butuh lebih banyak tawa.
tirto.id - Ada dua sisi internet yang saling berlawanan. Yang pertama--diwakili Twitter, Facebook, dan Instagram--internet jadi tempat yang terlampau serius, ajang perdebatan politik, agitasi Arab Spring, pencurian data, adu hinaan, adu sukses, dan panjat status sosial.

Di sisi yang kedua, dan ini diwakili Yahoo Answers, internet adalah tempat di mana kebodohan dirayakan--dalam arti yang menyenangkan.

Tengoklah akun Instagram Federasi Bulutangkis Internasional (BWF). Anda akan menemukan puncak-puncak Kebudayaan Lisan Manusia Indonesia: "Bacot", "Terserah luh", "Hilih, kinthill", "Cot", atau "OALAAAA PANTEKKKKK".

Di Twitter, melalui tagar #Pelakor, Anda dapat menemukan curhatan maha penting seperti "Cita cita aku dulu jadi pelakor eh malah jadi korban pelakor, nyuri start bgt mbaknya."

Dan jika Anda menyelam lebih dalam lagi, Anda bakal menemukan nasihat yang terlampau bijak, misalnya: "Kalau mau punya anak yang selalu jujur kasih aja nama Umur, karena memang umur ga bisa bohong."

Facebook? Merangkum opini yang ditulis Mark Zuckerberg di The Washington Post pada 2019 lalu, Facebook kini berisi cercaan atau konten-konten negatif, yang bagi si bos, "wajar belaka"--toh, dunia diisi 7 miliar orang yang tentu saja beda isi kepala.

Yahoo Answers memang pojok internet yang spesial. Lahir pada 2005 silam, inilah tempat di mana Anda dapat menemukan pertanyaan-pertanyaan paling menggelitik nan menyenangkan di dunia. Yahoo Answers adalah bukti bahwa manusia benar-benar haus ilmu. Bagi Eckhart Walther, Kepala Divisi Riset Yahoo, Yahoo Answers adalah "generasi terbaru dalam dunia mesin pencari, semacam otak kolektif--database yang dapat mencari segala hal yang diketahui semua orang. Bukti kemurahan hati umat manusia yang suka menyebarkan pengetahuan."

Jauh sebelum Quora mencuat dan menjadi situs tanya-jawab paling serius di dunia, Anda akan mengajukan pertanyaan receh di Yahoo Answer seperti: "Apakah Pokemon sungguh-sungguh nyata?", "Jika orang tua Batman meninggal, bagaimana Batman dilahirkan?", "Mengapa kucing saya 'bergetar'?", "Bagaimana mengubah monitor komputer menjadi cermin?", "Adakah mantra yang betulan manjur untuk menjadi putri duyung?", hingga "Apa yang biasa kalian lap dengan tisu?".

Anda juga bisa menemukan pertanyaan aneh yang kini bisa dijawab dengan aplikasi pencari suara seperti Shazam. Misalnya:

"Apa judul lagu yang bunyinya 'dummmm dum dum dum dum dumm dum'. Saya nggak tahu liriknya, tapi kira-kira bunyi awalnya begitu. Asyiklah pokoknya. Yang nyanyi cowok. Suaranya tinggi."

Dan ada saja yang menjawab:

"Itu 'Seven Nation Army-nya The White Stripes, bukan sih?"

Dan jawaban itu benar. Tapi ada pertanyaan lain tak kalah ganjil:

"Jadi stripper [penari telanjang] itu haram enggak, sih? Aku butuh duit buat naik haji."

Dunia Butuh Kamu, Yahoo Answers...

Menurut riset Whitney Phillips berjudul "Is Wasn't Just Trolls: Early Internet Culture, 'Fun,' and the Fires of Exclusionary Laughter" (jurnal Social Media+ Society, Juli 2019), pertanyaan-pertanyaan Yahoo Answers yang menggelitik itu rupanya sebatas guyonan, ciri khas "zaman awal kemunculan internet" yang menyajikan segala hal seru dan menyenangkan. Yahoo Answers, berikut 4Chan dan Reddit melalui meme-memenya, waktu adalah 'budaya internet' yang tidak berbahaya nan lucu. Untuk dua platform terakhir, setidaknya pernah tidak berbahaya.

Tetapi, kelucuan itu datang dengan 'harga' yang cukup tinggi. Untuk menikmati
meme atau pertanyaan di Yahoo Answers, Anda harus rela--dan mampu--menghadapi semua meme dan pertanyaan yang jelek. Menariknya, tulis Phillips, "Saat dihadapkan pada tawar-menawar ini, banyak orang hanya menertawakan keduanya."

Jika ditelurusi lebih dalam, pertanyaan-pertanyaan menggelitik di laman Yahoo Answers dilontarkan oleh kaum troll (trolling users). Menurut Erin Buckels dalam studi berjudul "Trolls Just Want To Have Fun" (jurnal Personality and Individual Differences, 2014), ketika tukang troll muncul, mereka "sebatas bersenang-senang, tidak seperti kaum troll saat ini." Sialnya, faksi kaum troll yang menyenangkan ini harus tersingkir. Bukan hanya karena Twitter, Facebook, atau Instagram lebih mengasyikkan, tetapi karena Yahoo akan mencabut life support dari Yahoo Answers pada 4 Mei 2021.

Infografik Yahoo answer
Infografik Yahoo answer. tirto.id/Fuad


Yahoo, yang kini dimiliki Verizon Media Group, menyatakan akan menghentikan operasional Yahoo Answers karena forum ini "kian tidak populer tiap tahunnya". Menurut wawancara dengan 731 pengguna Yahoo Answer yang dirangkum David Dearman dalam "Why Users of Yahoo! Answers Do Not Answer Questions" (2010) "hanya 50 hingga 53 persen pertanyaan di Yahoo Answers yang menerima tanggapan/jawaban." Pengguna internet enggan menjawab pertanyaan di Yahoo Answers salah satunya karena mereka "merasa buang-buang waktu." Selain, tentunya, pertanyaan-pertanyaan di sana terlampau menggelitik.

Kematian Yahoo Answers adalah tenggelamnya sebuah pulau mungil nan tenteram di mana kita bisa menjadi goblok tanpa harus bersikap toxic. Yahoo Answers adalah alternatif ketika internet kini disesaki tukang troll jahat yang menurut Buckels “berperilaku menipu, merusak, atau mengganggu lingkungan sosial di internet tanpa tujuan jelas”, orang-orang yang bertindak sebagai pengacau dengan motif cari perhatian, balas dendam, dan menebar tipu-tipu.

Belakangan, ada banyak sekali insentif untuk jadi troll jahat.

Lihatlah Amazon. Gurita bisnis milik orang terkaya di dunia ini tak ingin buruh-buruhnya berserikat. Untuk itu Amazon mengerahkan segelintir karyawan yang dapat diajak bekerjasama untuk cuap-cuap di Twitter, untuk menyebarkan kabar bohong tentang betapa asyik dan barokahnya bekerja di bawah gudang milik Jeff Bezos, seorang cucu tiri taipan kayu asal Kuba yang bisnisnya disita Fidel Castro.

Yahoo Answers, yang memang sudah sekarat bertahun-tahun, akan menyandang gelar almarhum bulan depan, tepat ketika dunia kini sedang butuh lebih banyak lelucon.

Baca juga artikel terkait YAHOO atau tulisan menarik lainnya Ahmad Zaenudin
(tirto.id - Teknologi)

Penulis: Ahmad Zaenudin
Editor: Windu Jusuf
DarkLight