Menuju konten utama

Ribuan Pengemudi Ojek Online Demo di Depan Istana Negara

"Jadi kita kalau narik 3-5 km cuma Rp10 ribu," ucap Yusuf.

Ribuan Pengemudi Ojek Online Demo di Depan Istana Negara
Ribuan pengemudi ojek online melakukan aksi menuju Istana Negara, Jakarta, Selasa (27/3/2018). tirto.id/ANdrey Gromico

tirto.id - Ribuan pengemudi ojek online dari Gojek, Grabbike dan Uber menggelar demonstrasi di depan Istana Negara, Selasa (27/3/2018). Massa meminta pemerintah untuk mendesak pihak aplikator menaikkan tarif dari Rp1600 per kilometer menjadi Rp4000 per kilometer

"Kami meminta pemerintah mendesak aplikator untuk menaikkan tarif menjadi Rp4000 per kilometer," ucap Yusuf (32).

Yusuf yang sudah 3 tahun menjadi pengemudi Gojek ini mengatakan bahwa tarif Rp1600 per kilometer tidak manusiawi. Karena dirinya mendapat keuntungan yang sedikit dan kadang pendapatannya habis hanya untuk membayar kuota internet dan bensin.

"Jadi kita kalau narik 3-5 km cuma Rp10 ribu. Belum kita potong kuota, bensin dan pulsa," ucapnya.

Tuntutan selanjutnya dari ribuan pengemudi ojek online itu adalah meminta pemerintah mendesak kepada aplikator agar mengurangi jumlah potongan dari perusahaan dari 20 persen per kilometer menjadi 5-10 persen per kilometer.

"Potongan 20 persen kami minta dikurangi karena itu memberatkan," kata Dono (52) peserta aksi lain dari Grabbike.

Tuntutan terakhir ribuan ojek online yakni meminta pemerintah untuk membuat regulasi hukum yang jelas terkait pekerjaan mereka seperti tarif, asuransi dan juga soal keselamatan mereka.

"Selama ini kita nggak ada regulasi hukum yang jelas. Kami meminta dibuatkan regulasi hukum seperti tarif dan asuransi yang jelas," tutupnya.

Hingga pukul 14.00 WIB para ojek online masih berkumpul di depan Istana. Kabar yang diterima Tirto, ada masing-masing 5 perwakilan yang diterima di Istana Negara dan Kementerian Perhubungan untuk membicarakan tuntutan tersebut.

Baca juga artikel terkait DEMO OJEK ONLINE atau tulisan lainnya dari Naufal Mamduh

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Naufal Mamduh
Penulis: Naufal Mamduh
Editor: Yantina Debora