Revolusi Industri 4.0, Kemenperin Usulkan Tambahan Dana Rp2,57 T

Oleh: Damianus Andreas - 7 Juni 2018
Dibaca Normal 1 menit
Pagu indikatif Kementerian Perindustrian pada tahun depan ialah sebesar Rp2,73 triliun.
tirto.id - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengusulkan tambahan dana sebesar Rp2,57 triliun untuk alokasi anggaran 2019. Menurut Airlangga, dana tambahan tersebut bakal digunakan untuk mendukung pelaksanaan revolusi industri 4.0.

“Program yang akan kami laksanakan, antara lain pengembangan lima sektor industri prioritas yang ditetapkan, peningkatan kompetensi SDM (sumber daya manusia) industri melalui pendidikan vokasi, serta kegiatan santripreneur, dan penumbuhan wirausaha industri baru,” ujar Airlangga dalam keterangan resminya pada Kamis (7/6/2018).

Usulan tersebut telah disampaikan Airlangga dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR RI pada Selasa (5/6/2018) lalu. Dengan adanya usulan tersebut, maka total anggaran untuk tahun depan menjadi Rp5,3 triliun. Adapun pagu indikatif Kementerian Perindustrian pada tahun depan ialah sebesar Rp2,73 triliun.

Apabila usulan tersebut disetujui, maka total anggaran Kementerian Perindustrian di tahun depan pun mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Total anggaran yang harus diserap oleh kementerian pada tahun ini jumlahnya sebesar Rp2,84 triliun.

Di tahap awal implementasi peta jalan revolusi industri 4.0, pemerintah bakal memprioritaskan pengembangan dari lima sektor manufaktur. Kelima sektor itu ialah industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, elektronik, serta kimia.

Pemerintah pun berkewajiban untuk mendongkrak kinerja sektor-sektor manufaktur tersebut. Salah satunya dengan menciptakan tenaga kerja yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan dunia industri saat ini.

Airlangga sendiri mengaku bahwa kementeriannya telah menyiapkan langkah prioritas guna membekali SDM industri dengan keterampilan yang memadahi.

“Kami telah meluncurkan program pendidikan vokasi yang link and match antara industri dengan SMK di beberapa wilayah di Indonesia,” ujar Airlangga.

Lebih lanjut, Airlangga mengklaim telah melibatkan sebanyak 618 perusahaan dengan menggandeng hingga 1.735 SMK. Selain itu, pemerintah juga telah merevitalisasi SMK, seiring dengan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2015, serta mengembangkan ekosistem santripreneur.

Adapun Airlangga menilai penumbuhan wirausaha industri baru di lingkungan pesantren dapat mendorong terciptanya revolusi industri 4.0.

“Dalam implementasi ekonomi digital itu yang penting di antaranya adalah membangun ekosistem. Jadi pondok pesantren ini yang perlu kita bidik karena memiliki basis dan potensi besar untuk menggerakkan perekonomian nasional,” jelas Airlangga.


Baca juga artikel terkait REVOLUSI INDUSTRI 40 atau tulisan menarik lainnya Damianus Andreas
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Damianus Andreas
Penulis: Damianus Andreas
Editor: Yantina Debora
DarkLight