tirto.id - Dalam The Chapter, Piter Abdullah, Ekonom dan Direktur Eksekutif Segara Research Institute, menjelaskan mengapa pelemahan rupiah tidak bisa dijadikan satu-satunya tolok ukur untuk menilai kondisi ekonomi Indonesia.
Menurut Piter, fundamental ekonomi Indonesia masih relatif kuat. Indikator seperti pertumbuhan ekonomi, inflasi yang tetap terjaga, hingga cadangan devisa yang jauh lebih besar dibanding saat krisis 1998 menunjukkan kondisi yang berbeda dengan kekhawatiran yang banyak beredar di masyarakat.
Ia juga menilai pelemahan rupiah lebih dipengaruhi oleh faktor eksternal, seperti ketidakpastian global dan gejolak geopolitik, sehingga tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi ekonomi domestik. Di sisi lain, pemerintah dinilai telah menyiapkan berbagai kebijakan fiskal untuk menjaga stabilitas ekonomi, mulai dari pengelolaan subsidi energi hingga menjaga defisit APBN tetap terkendali.
Lantas, seberapa kuat fondasi ekonomi Indonesia menghadapi tekanan global saat ini? Simak pembahasan selengkapnya dalam The Chapter.
#TheChapter #PiterAbdullah #EkonomiIndonesia #Rupiah #APBN #Inflasi #FundamentalEkonomi
Masuk tirto.id

























