26 Februari 1935

Radar Membantu Inggris Menghajar Jerman dalam Pertempuran Britania

Oleh: Hasya Nindita - 26 Februari 2021
Dibaca Normal 4 menit
Penemuan radar oleh Robert Watson-Watt tak hanya digunakan dalam Perang Dunia II. Kiwari, pemanfaatannya terus berlangsung dalam pelbagai bidang.
tirto.id - “Mungkin berkat radar-lah kami memenangkan Pertempuran Britania saat Perang Dunia II,” kata Stewart Hill, Ketua Dewan Masyarakat Brechin kepada BBC.

Radia Detection and Ranging (Radar), alat deteksi yang memanfaatkan gelombang radio itu dianggap berjasa besar bagi Inggris saat Perang Dunia II. Robert Watson-Watt, peneliti Inggris kelahiran Brechin 13 April 1892, adalah yang menemukan penggunaan Radar untuk mendeteksi lokasi pesawat atau kapal lain dalam skala besar.

Sayangnya, penemuan ini tidak memiliki monumen peringatan di Inggris. Hanya terdapat sebuah plakat kecil di Daventry, Northamptonshire, lokasi yang menjadi tempat demonstrasi radar pertama kali pada 26 Februari 1935, tepat hari ini 86 tahun lalu. Selain itu, butuh waktu 8 tahun untuk menggalang dana demi mendirikan patung Robert Watson-Watt di kota kelahirannya yang berdiri pada 3 September 2014.

“Tidak ada momumen khusus di seluruh Inggris untuk tim yang mengembangkan radar. Sejauh yang kami tahu, hanya ada plakat kecil di Daventry tempat mereka mencoba mendeteksi pesawat menggunakan radar untuk pertama kali,” kata Hill.

Bahkan dengan penemuannya yang begitu penting, di luar kota kelahirannya, hanya sedikit yang masih mengingat nama Robert Watson-Watt dan jasanya. Sir Robert merupakan keturunan James Watt, insinyur penemu mesin uap yang begitu penting dalam sejarah revolusi industri.


Penemuan Radar

Robert Watson-Watt yang memperoleh gelar kebangsawanan pada 1942 berkat penemuan radar, merupakan peneliti lulusan Univeristy College di Dundee yang kelak menjadi bagian dari St. Andrew’s University. Setelah lulus, salah seorang professor mendorongnya untuk mempelajari telegrafi nirkabel, cabang ilmu yang mempelajari radio.

Setelahnya, Sir Robert sempat bekerja sebagai ahli meteorologi dan sudah memanfaatkan penggunaan gelombang radio untuk menemukan badai petir dari tempat kerjanya di Royal Aircraft Factory di Farnborough, Hampshire, pada 1915. Penelitiannya ini ditujukan untuk memberi peringatan dini akan sambaran petir kepada para penerbang.

Lalu, pada 1916, Sir Robert mengembangkan ide menggunakan osiloskop sinar katoda di pesawat untuk mengukur dan mengatur sinyal listrik pada layar kendali. Idenya ini baru terwujud pada 1923.

Ia kemudian pindah ke pusat penelitian gabungan dengan National Physical Laboratory di Ditton Park pada 1924. Saat itu, Sir Robert bertanggung jawab untuk Departemen Radio di Teddington, Middlesex. Salah satu tugasnya ialah meneliti tentang gangguan radio dan bagaimana hal itu dapat digunakan sebagai senjata di masa perang.

Pada 1935, H.E Wimperis dari British Air Ministry berbicara kepada Sir Robert mengenai kemungkinan mengembangkan “death ray”, alat yang memanfaatkan gelombang radio untuk memanaskan pesawat musuh dan memicu bahan peledak mereka. Permintaan ini merupakan respons dari rumor bahwa Jerman telah mengembangkan alat yang mampu menghancurkan kota dan manusia.

Bersama dengan asistennya, Arnold Wilkins, Sir Robert dengan cepat menyimpulkan gagasan itu tidak akan berhasil. Di sisi lain, ia justru berhasil memantulkan gelombang radio menggunakan pemancar gelombang pendek BBC dari pembom Heyford, yang membuktikan teknologi pendeteksi radar bisa bekerja.

Pada 12 Februari 1935, tim Sir Robert mengirimkan laporan kepada British Air Ministry berjudul The Detection of Aircraft by Radio Methods. Menyusul laporan tersebut, pada 26 Februari 1935, mereka mendemonstrasikan tes radar untuk pertama kalinya yang kemudian dikenal sebagai Eksperimen Daventry.

Sir Robert bersama timnya mengembangkan menara radar dan berhasil melacak pesawat dengan benar. Mula-mula digunakan untuk deteksi jarak pendek sebelum uji coba pada pesawat dengan jarak hingga 8 mil.

Dua minggu kemudian, Wilkins dan beberapa kolega melakukan riset lebih lanjut di Orfordness, dan pada 2 April 1935 Robert Watson-Watt mendapatkan hak paten atas radar. Pada bulan Juni 1935, tim di Orfordness berhasil mendeteksi pesawat pada jarak lebih dari 15 mil. Lalu pada akhir 1935, jangkauan radar sudah lebih dari 60 mil. Tes awal ini kemudian dikenal sebagai sistem Chain Home.


Senjata Rahasia

Sebelum Perang Dunia II pecah, negara-negara di seluruh dunia sangat tertutup dan merahasiakan pengembangan sistem apapun yang digunakan sebagai senjata perang. Setelah kesuksesan pengembangan radar, Sir Robert ditunjuk sebagai pengawas Bawdsey Research Station pada 1936.

Ancaman Perang Dunia II yang semakin dekat membuat tim harus bekerja dengan cepat. Pada 1937, Inggris mendirikan tiga stasiun radar skala penuh di pantai selatan Inggris, dan saat perang pecah, Inggris sudah membangun 19 menara radar. Lalu pada 1945, lebih dari 50 stasiun sudah dibangun.

Pada musim gugur 1938, sistem radar sudah mampu mendeteksi pesawat musuh kapan saja dan dalam cuaca apapun. Sistem ini dianggap sebagai “senjata rahasia” dari Sekutu selama Pertempuran Inggris pada 1940.

Radar kelak diingat sebagai teknologi yang sangat penting dalam memberikan sumbangsih terhadap deteksi serangan Luftwaffe, tim udara Jerman yang dapat melaju melintasi selat hanya dalam hitungan menit.

Ketika militer Inggris menyadari bahwa Luftwaffe dapat berubah menjadi pengebom malam hari, tim Sir Robert mengembangkan sistem radar yang cukup kecil untuk dibawa oleh pesawat tempur. Sistem radar kemudian dikembangkan untuk mendeteksi keberadaan kapal seram jarak jauh dari udara.

Teknologi radar sebenarnya sudah diuji coba sebelum Pertempuran Britania, tetapi Jerman tidak mengetahuinya. Ketika Jerman mendengar tentang pembangunan stasiun radar, mereka melakukan sampel sinyal dan menyimpulkan menara tersebut hanya untuk komunikasi angkatan laut jarak jauh.

Infografik Mozaik Robert Watson Watt
Infografik Mozaik Radar. tirto.id/Sabit


Sebelumnya, Jerman sudah mengetahui mengenai teknologi radar berkat Christian Hulsmeyer yang mematenkan sistem gelombang radio primitif pada 1904. Tetapi Inggris merahasiakan dengan ketat tentang Sistem Dowding, yakni sistem pertahanan udara skala besar pertama di dunia dengan memanfaatkan deteksi radar sebagai jantung utama sistem ini.

Sistem Dowding menghubungkan stasiun Chain Home milik tim Sir Robert yang tersebar di seluruh negeri, sehingga operator radar Inggris dapat mendeteksi dan mengirim peringatan akan serangan udara Nazi. Tanpanya, Luftwaffe mungkin bisa dengan mudah menghabisi angkatan udara Inggris. Tidak hanya itu, sistem ini juga diyakini sebagai alasan di balik keputusan Hitler menunda serbuan Operasi Singa Laut pada 1940.

Sir Robert pindah ke London pada 1939 dan tinggal di sana sampai akhir 1940-an. Dia terus mengembangkan radar dan meyakinkan politikus untuk memberikan investasi dalam proyeknya yang berperan penting bagi sistem pertahanan Inggris.

Dia juga sempat pergi ke AS pada akhir 1941 untuk membantu meningkatkan pertahanan udara di Pearl Harbor. Setelah perang usai, Sir Robert dan timnya dianugerahi hadiah uang tunai sebesar £50.000 oleh pemerintah Inggris pada 1952. Ia kemudian pindah ke Kanada untuk mendirikan sebuah perusahaan teknik sebelum pensiun dan kembali ke Skotlandia pada 1960-an.


Penggunaan Radar Era Modern

Sir Robert meninggal pada 5 Desember 1973. Ia dimakamkan di Pitlochry, di sebelah makam Kathryn, istrinya. Sampai hari ini, sistem radar yang ia temukan masih dimanfaatkan di berbagai bidang.

Penumpang pesawat dapat menikmati perjalanan dengan aman karena rute penerbangan yang sudah diatur oleh sistem radar. Tidak hanya lalu lintas udara, sistem ini juga digunakan untuk kontrol lalu lintas laut dan darat, sistem pengawasan laut, hingga pengawasan luar angkasa. Radar juga mampu memprediksi cuaca dan memantau curah hujan.

Radar terus dikembangkan sebagai salah satu sistem inti mobil yang dapat mengemudi sendiri. Teknologi ini juga dapat menembus tanah untuk membantu pengamatan geologi. Sistem radar berteknologi tinggi saat ini dikaitkan dengan pemrosesan sinyal digital, pembelajaran mesin, dan mampu mengekstraksi informasi yang berguna dari tingkat kebisingan yang tinggi.

Baca juga artikel terkait RADAR atau tulisan menarik lainnya Hasya Nindita
(tirto.id - Teknologi)

Penulis: Hasya Nindita
Editor: Irfan Teguh
DarkLight