Indeks Penghasutan Sara

Hukum
2 jam lalu

Saiful Mujani Penuhi Panggilan Polisi, Tepis Lakukan Penghasutan

Panggilan tersebut berkaitan dengan dugaan tindak pidana penghasutan di muka umum yang diduga dilakukannya dalam sebuah forum diskusi di Jakarta Timur.
Hukum
Jumat, 13 Mar

Uji Pasal Penghasutan, Delpedro dkk Ungkap Kisah Dikriminalisasi

Kuasa hukum para Pemohon menegaskan bahwa pasal yang digugat seperti penghasutan dan penyebaran berita bohong berpotensi menjadi alat pembungkaman aktivis.
Hukum
Jumat, 6 Mar

Hakim Vonis Bebas Delpedro dkk soal Penghasutan Demo Agustus

Dalam putusannya, Hakim Ketua Harika Nova Yeri menyatakan bahwa  seluruh dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak terbukti secara sah dan meyakinkan. 
Hukum
Sabtu, 10 Jan

PMJ akan Panggil Pelapor Pandji Pragiwaksono untuk Klarifikasi

Selain melakukan pemanggilan klarifikasi, polisi juga akan memulai analisis barang bukti yang diserahkan oleh pelapor.
Hukum
Jumat, 9 Jan

Kuasa Hukum Laras Nilai Tuntutan JPU Abaikan Perspektif Gender

Kuasa hukum Laras menilai JPU tidak memasukkan pendekatan Feminist Legal Theory, PERMA Nomor 3 Tahun 2017, dan Pedoman Kejaksaan Nomor 1 Tahun 2021.
Hukum
Kamis, 11 Des 2025

Laras Apresiasi Komisi Reformasi Polri, Minta Pedemo Lain Bebas

Laras Faizati pun berharap ingin segera pulang bertemu keluarga karena menjadi tulang punggung keluarga.
Hukum
Kamis, 24 Nov 2016

Dianggap Kooperatif, Buni Yani Tidak Ditahan

Polda Metro Jaya tidak menahan Buni Yani, tersangka dugaan kasus penyebaran informasi yang menimbulkan permusuhan terhadap perseorangan atau kelompok berdasarkan SARA.
Hukum
Kamis, 24 Nov 2016

Dekan UAI Nilai Pasal untuk Buni Yani Tak Relevan

Agus Surono menyatakan, pasal yang disangkakan kepada Buni Yani tidak relevan. Ia beralasan Buni hanya ingin mengajak diskusi teman-teman dan komunitasnya di laman Facebook.
Hukum
Kamis, 24 Nov 2016

Buni Yani Jadi Tersangka karena "Status"-nya di Facebook

Buni Yani telah ditetapkan sebagai tersangka pada Rabu (23/11/2016) lalu, bukan lantaran mengunggah atau mengedit video Basuki Tjahaja Purnama saat berbicara di Kepulauan Seribu, melainkan "status" yang ia tulis pada akun Facebooknya terkait video Ahok tersebut.