Indeks Lippo

Lahan Megaproyek Meikarta: Beli Murah Jual Mahal ala Lippo
Proyek kontroversial Meikarta berdiri di lahan yang sudah disiapkan Lippo puluhan tahun lalu. Lippo membelinya dengan harga sangat murah.

Jorjoran Promo Miliaran Rupiah Proyek Meikarta
Dalam 1,5 bulan terakhir, Meikarta menanam iklan di televisi hingga Rp93,7 miliar dan merekrut ribuan tenaga pemasaran.

Mencari Fulus saat Izin Meikarta Belum Terurus
Lippo dihadapkan pada tudingan menjual produk ilegal dalam proyek Meikarta karena belum kelar izin peruntukan lahan dan konstruksi.

Pembangunan Kota Baru Meikarta
Megaproyek pembangunan kawasan Meikarta dengan nilai investasi Rp 276 triliun di Lippo Cikarang, Jawa Barat.
Di Mana Hak Konsumen dalam Polemik Perizinan Meikarta?
Proyek Meikarta di Cikarang, Bekasi, menuai kontroversi bagi Lippo Group terkait masalah perizinan yang belum ada.
Yang Ketiban Pulung dengan Mendompleng Proyek Kereta Cepat
Lippo dengan proyek Meikarta dapat berkah dari sejumlah proyek infrastruktur Jokowi termasuk dari proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.
Slamet Wibowo Klarifikasi Soal Pencitraan Positif Lippo
Penyebutan nama sejumlah media nasional dalam proposal yang diajukan Direktur Utama PT Kobo Media Spirit Stefanus Slamet Wibowo kepada First Media (anak usaha Lippo Group) untuk memberitakan secara positif kasus pemberitaan Lippo Grup dan mantan Sekretaris MA Nurhadi berbuntut panjang. Sejumlah media membantah bahwa mereka menerima aliran dana dari Slamet Wibowo. Sementara Slamet sendiri mengklarifikasi bahwa dirinya tidak memberikan gratifikasi kepada wartawan terkait pencitraan tersebut.
Disebut Ikut Mencitrakan Positif Lippo, Media Membantah
Saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut KPK yakni Direktur Utama Kobo Media Spirit Stefanus Slamet Wibowo menyebutkan Lippo Grup membayar hingga ratusan juta kepada perusahaannya untuk “mengamankan” sejumlah media nasional supaya tidak membuat berita negatif tentang Lippo Grup dan Nurhadi. Sontak, sejumlah media yang disebut Slamet, membantahnya.
Bangkitnya Kerajaan Bisnis Perbankan Mochtar Riady
Lebih dari 17 tahun silam, Mochtar Riady harus menyerahkan Bank Lippo kepada Pemerintah Indonesia. Pada 2010, ia kembali membeli sebuah bank kecil. Kini, Mochtar Riady sudah menyusun sebuah rencana besar untuk membesarkan bank kecil yang dibelinya itu.
Masuk tirto.id







