Indeks Harga Minyak Dunia
Kalender Masehi Arab Saudi Diharapkan Tak Berefek Negatif
Guna melakukan efisiensi gaji dan baonus tahunan pegawainya, otoritas Arab Saudi memutuskan berganti sistem penanggalannya dengan kalender Masehi. Keputusan Arab Saudi ini diharapkan tidak berdampak buruk bagi negara lain.
Harga Minyak Mentah AS Terus Menguat
Harga minyak mentah dunia mengalami fluktuasi. Dalam perdagangan, harga minyak mentah AS terus menguat dan menetap di 48,24 dolar AS per barel. Sedangkan dalam perdagangan di London, terjadi penurunan 0,18 dolar AS per barel menjadi 49,06 dolar AS per barel.
Akhir Derita Negara-negara Kartel Minyak
OPEC membuat kejutan dengan menurunkan kuota produksi, untuk pertama kalinya dalam delapan tahun terakhir. Keputusan ini langsung membuat harga minyak melonjak tajam.

Setelah 8 Tahun, OPEC Akhirnya Turunkan Produksi Minyak
OPEC untuk pertama kalinya sejak 2008 sepakat memangkas produksi minyak menjadi 33 juta barel per hari. Kesepakatan historis ini berdampak pada naiknya harga minyak mentah dunia.
Usaha Arab Saudi Menyedot Riyal dari Umrah dan Haji
Anjloknya pasaran minyak dua tahun lalu mengakibatkan Arab Saudi tenggelam dalam defisit anggaran sebesar $100 miliar di 2015 dan pendapatan atas minyak turun drastis sebesar 23 persen. Untuk menambah pundi-pundi riyalnya, di masa depan Arab Saudi akan meningkatkan peningkatan sektor non-migas, salah satunya dari penyelenggaraan ibadah haji dan umrah. Bagaimana strateginya?

Harga Minyak Dunia Capai $50 Per Barel
Harga minyak mentah dunia terus naik pada perdagangan Kamis (18/8/2016) atau Jumat pagi WIB hingga mencapai 50 dolar AS. Kenaikan ini akibat pelemahan greenback membuat minyak dalam denominasi dolar AS lebih menarik bagi pemegang mata uang lainnya.

Harga Minyak Dunia Turun Akibat Banjir Pasokan
Kekhawatiran tentang kelebihan pasokan global ke depan membuat harga minyak dunia turun.

Ketakutan Pasca Brexit Surut, Harga Minyak Naik
Harga minyak dunia menguat akibat berkurangnya kekhawatiran tentang keputusan Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa dan dampaknya pada ekonomi global.

Harga Minyak Dunia Jatuh Pasca Brexit
Kekhawatiran tentang keputusan Inggris untuk keluar dari Uni Eropa terus menekan pasar keuangan dan mengakibatkan harga minyak dunia jatuh kembali.
Inggris Tinggalkan Uni Eropa, Harga Minyak Terjun Bebas
Pilihan mengejutkan Inggris meninggalkan Uni Eropa memicu aksi jual minyak besar-besaran pada Jumat (24/6), dengan harga minyak mentah anjlok sekitar lima persen di tengah kekhawatiran pertumbuhan global dapat melambat lebih lanjut. Kontrak utama New York, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI), untuk pengiriman Agustus turun 2,47 dolar AS menjadi berakhir di 47,64 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange. Di London, minyak mentah Brent North Sea, yang menjadi patokan global, untuk pengiriman Agustus turun 2,50 dolar AS menjadi menetap pada 48,41 dolar AS per barel.
Harga Minyak Dunia Anjlok Pasca-Brexit
Harga minyak mentah dunia jatuh sekitar lima persen setelah pilihan mengejutkan Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa. Tim Evans dari Citi Futures memperingatkan bahwa pergerakan pasar minyak pada Jumat hanya reaksi awal dan bukan penyesuaian penuh terhadap keputusan Inggris.

Harga Minyak Bukukan Penurunan Kelima Kalinya secara Beruntun
Harga minyak dunia kembali turun setelah stok minyak Amerika Serikat merosot melebihi perkiraan. Hal ini menimbulkan persepsi negatif di pasar minyak dunia atas iklim ekonomi global yang masih lesu.
Harga Minyak Dunia Turun Setelah Naik Selama Tiga Hari
Harga minyak turun pada Jumat (10/6/2016) pagi WIB karena para investor membukukan keuntungan. Namun Carl Larry dari Frost & Sullivan mengungkapkan bahwa permintaan yang kuat akan tetap menempatkan harga minyak pada level 55 dolar AS per barel pada pekan depan.
Harga Minyak Dunia Pada WTI Capai Titik Tertinggi
West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli melonjak 1,07 dolar AS menjadi 49,69 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange, penutupan tertinggi sejak Juli 2015. Melonjaknya harga minyak tersebut akibat menyusutnya produksi minyak serta melemahnya kurs dolar AS.

Perintah Evakuasi di Kanada Dicabut, Harga Minyak Turun
Harga minyak dunia turun pada Selasa pagi WIB. Keputusan untuk mencabut kewajiban evakuasi karyawan beberapa ladang produksi minyak di provinsi Alberta yang dilanda kebakaran oleh pejabat Kanada serta sikap Iran yang tidak berubah terkait produksi minyak mereka, menurut para analis, menjadi pemicu utama dari pergerakan harga tersebut.

Kebakaran Hutan Dorong Harga Minyak Menuju 50 Dolar AS
Kebakaran hutan yang terjadi di Fort McMurray serta penurunan produksi minyak AS mendorong harga minyak dunia menuju titik 50 dolar AS perbarel. Para analis mengungkapkan bahwa kisaran harga minyak akan berada pada 45 dolar AS hingga 50 dolar AS. Para pedagang pun tengah menunggu data stok minyak mentah AS yang akan dirilis oleh Badan Informasi Energi AS (EIA) pada Rabu, (18/5/2016) waktu setempat atau Kamis waktu Indonesia.

Cadangan Minyak Arab Saudi
Cadangan minyak Arab Saudi terbukti menjadi yang terbesar kedua di dunia.
Lengsernya Sang Menteri Minyak Legendaris
Selama dua dekade, Ali al-Naimi menjadi sosok paling berpengaruh dalam industri perminyakan dunia. Kini, posisinya sebagai menteri Perminyakan Arab Saudi digantikan. Akankah ada perubahan kebijakan?
Banyak negara yang geram akan kebijakan Arab Saudi ini. Strategi al-Naimi adalah melindungi pangsa pasar Arab Saudi. Bukan hanya al-Naimi yang didepak, sejumlah pemimpin bidang ekonomi yang cukup penting juga di-reshuffle.
Banyak negara yang geram akan kebijakan Arab Saudi ini. Strategi al-Naimi adalah melindungi pangsa pasar Arab Saudi. Bukan hanya al-Naimi yang didepak, sejumlah pemimpin bidang ekonomi yang cukup penting juga di-reshuffle.

Harga Minyak Dunia Naik Akibat Kebakaran di Kanada
Harga minyak dunia naik, terpengaruh oleh kebakaran besar di kawasan kota Fort McMurray, Provinsi Alberta, Kanada. Kebakaran memaksa produksi minyak negara tersebut berkurang

Harga Minyak Terus Turun Setelah Capai Titik Tertinggi
Harga minyak dunia kembali turun setelah mencapai titik tertingginya pekan lalu akibat kekhawatiran kelebihan pasokan minyak dan permintaan yang tidak pasti.
Masuk tirto.id








