Pelemahan Dolar Pengaruhi Naiknya Harga Minyak Dunia

Pelemahan Dolar Pengaruhi Naiknya Harga Minyak Dunia
Seorang petugas memperlihatkan pecahan dolar Amerika di gerai penukaran mata uang asing di Ayu Masagung, Jakarta, Rabu (9/11). ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/aww/16.
Reporter: Yulaika Ramadhani
12 Agustus, 2017 dibaca normal 1 menit
Dolar AS yang lebih lemah membuat minyak yang dihargakan dalam mata uang dolar lebih menarik bagi pemegang mata uang lainnya
tirto.id - Harga minyak dunia berakhir naik tipis pada Jumat (Sabtu pagi WIB 12/08/2017), didukung melemahnya dolar AS.

Dolar AS yang lebih lemah membuat minyak yang dihargakan dalam mata uang dolar lebih menarik bagi pemegang mata uang lainnya.

Indeks dolar AS, yang diukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,40 persen menjadi 93,031 pada akhir perdagangan, dilansir Antara.

Namun, harga minyak berada di bawah tekanan selama seminggu penuh karena investor khawatir bahwa kelebihan pasokan global akan bertahan mengingat kepatuhan produsen-produsen minyak utama untuk mengurangi produksinya tidak membaik.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September bertambah 0,23 dolar AS menjadi menetap di 48,82 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan Eropa, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Oktober naik 0,20 dolar AS menjadi ditutup pada 52,10 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

Sementara itu, kurs dolar AS diperdagangkan melemah terhadap mata uang utama lainnya pada Jumat (Sabtu pagi WIB 12/08/2017), setelah data menunjukkan harga konsumen AS naik lebih rendah dari yang diperkirakan pada Juli.

Indeks Harga Konsumen untuk Semua Konsumen Perkotaan naik 0,1 persen pada Juli pada basis disesuaikan secara musiman, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Jumat (11/8/2017), lebih rendah daripada konsensus pasar untuk kenaikan 0,2 persen. Selama 12 bulan terakhir, semua item indeks naik 1,7 persen.

Data inflasi yang lemah menaikkan ekspektasi pasar untuk Federal Reserve AS mempertahankan suku bunganya lebih rendah untuk jangka waktu lebih lama.

Hanya 38 persen investor yang memperkirakan bank sentral akan menaikkan suku bunga lagi tahun ini, turun dari sekitar 45 persen, menurut alat FedWatch CME Group.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,40 persen menjadi 93,031 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,1828 dolar AS dari 1,1756 dolar AS, dan poundsterling Inggris naik menjadi 1,3022 dolar AS dari 1,2975 dolar AS. Dolar Australia meningkat menjadi 0,7902 dolar AS dari 0,7888 dolar AS.

Dolar AS dibeli 108,97 yen Jepang, lebih rendah dari 109,32 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9612 franc Swiss dari 0,9637 franc Swiss, dan turun tipis menjadi 1,2679 dolar Kanada dari 1.2719 dolar Kanada.

Baca juga artikel terkait HARGA MINYAK DUNIA atau tulisan menarik lainnya Yulaika Ramadhani
(tirto.id - ylk/ylk)

Keyword