Proyek Modernisasi Rampung, Stasiun Cakung Uji Double-Double Track

Oleh: Irwan Syambudi - 9 Oktober 2018
Dibaca Normal 1 menit
Double-Double Track memiliki panjang 35 kilometer yang membentang antara Manggarai-Cikarang, yang akan memisahkan jalur Kereta Commuter Line
tirto.id - Mulai Selasa (9/10/2018) uji coba fasilitas baru Double-Double Track (DDT) Manggarai-Cikarang dilakukan di Stasiun Cakung, Jakarta Timur. Uji coba ini dilakukan setelah PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) merampungkan proyek modernisasi di stasiun tersebut.

Vice President Komunikasi PT KCI Eva Chairunisa mengatakan fasilitas DDT Manggarai-Cikarang yang terbagi dalam dua paket pekerjaan yaitu DDT Paket A (Manggarai-Jatinegara) dan DDT Paket B2 (1) (Cipinang-Kranji) telah rampung sepenuhnya.

"Sekarang masih dalam uji coba layanan bangunan baru DDT di Stasiun Cakung," kata dia melalui keterangan resmi yang diterima Tirto, Selasa (9/10/218).

DDT tersebut memiliki panjang 35 kilometer yang membentang antara Manggarai-Cikarang, yang akan memisahkan jalur Kereta Commuter Line dengan kereta jarak jauh dan direncanakan beroperasi pada 2020.

"Pemisahan ini dapat meningkatkan kapasitas pengguna KRL sebab jadwal pemberangkatan kereta akan bertambah," kata Eva.

Lanjutnya lagi uji coba pelayanan penumpang dilakukan di Stasiun Cakung yang kini memiliki dua lantai yang terletak di Jalan I Gusti Ngurah Rai. DI Lantai bawah disediakan dua peron yang melayani empat jalur kereta ke arah Bekasi dan Jatinegara.

"Untuk kesiapan pelayanan PT KCI juga telah memenuhi fasilitas transaksi tiket dan penempatan sembilan unit gate elektronik pada lantai atas. Sedangkan mendukung pelayanan sejumlah petugas penjualan, pelayanan, kesehatan dan pengamanan juga telah disiapkan," jelasnya.



Selain itu menurut Eva, Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jakarta dan Banten (BTPWJB) juga menyiapkan fasilitas pendukung antara lain, satu unit lift berada di pintu selatan serta dua unit lift dan dua unit eskalator berada di masing-masing peron 1-2 dan peron 3-4.

Tidak hanya itu, ada pula fasilitas pos kesehatan, ruang informasi, ruang kepala stasiun, toilet pria/wanita, toilet khusus difabel, dan musholla. Sedangkan pada tiap ruangan di lantai tersebut juga dipasang alarm sistem berupa smoke detector dan APAR (CO2 dan foam).

"Di sisi utara Stasiun Cakung juga terintegrasi dengan halte Transjakarta sebagai halte integrasi antarmoda penghubung Stasiun Cakung dengan Terminal Pulo Gebang," kata Eva.

Kedepannya, hal serupa juga akan diterapkan pada empat stasiun lainnya yaitu Stasiun Kranji, Klender Baru, Buaran, dan Klender. Namun demikian hal itu masih menunggu koordinasi lebih lanjut dengan BTPWJB Kementerian Perhubungan.

Baca juga artikel terkait PROYEL KRL atau tulisan menarik lainnya Irwan Syambudi
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Hendra Friana
Penulis: Irwan Syambudi
Editor: Irwan Syambudi
DarkLight