Menuju konten utama

Projo: Pernyataan Hasto Berpotensi Memisahkan PDIP dengan Jokowi

Menurut Bendahara Umum Projo, komentar-komentar Hasto yang tidak suportif adalah residu kekalahan dalam Pilpres 2024, sementara publik ingin rekonsiliasi.

Projo: Pernyataan Hasto Berpotensi Memisahkan PDIP dengan Jokowi
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto memberikan keterangan terkait hasil Pemilu 2024 di Jakarta, Senin (25/3/2024). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/YU

tirto.id - Bendahara Umum Relawan Pro Jokowi (Projo), Panel Barus, menyebut bahwa pernyataan yang disampaikan oleh Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, di hadapan publik menjadi bola panas yang berpotensi memisahkan PDIP dengan pemerintah.

Menurutnya, sikap Hasto menjadi sinyal bahwa PDIP akan pisah jalan dengan pemerintah saat ini dan pemerintahan mendatang, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

“Komentar-komentar yang tidak suportif itu residu kekalahan dalam Pilpres 2024. Di sisi lain, publik ingin rekonsiliasi untuk menyongsong Indonesia Emas 2045,” kata Panel Barus dalam keterangan pers, Selasa (2/4/2024).

Ia menilai pilihan politik oposisi atau koalisi terhadap pemerintah sama baiknya demi demokrasi. Menurutnya, pendapat mengenai koalisi atau oposisi sebaiknya disampaikan secara kelembagaan sebagai sikap partai yang mewakili kepentingan rakyat.

“Saya tidak tahu apakah komentar Mas Hasto mengenai Pak Jokowi dan Prabowo-Gibran menggambarkan dinamika internal partai yang terjadi pasca Pemilu 2024,” kata dia.

Menurutnya, Presiden Joko Widodo dan Prabowo-Gibran memiliki hubungan baik dengan semua partai politik dan afiliasinya. Bentuknya, kata dia, lewat komunikasi yang rutin dijalin.

"Indonesia terlalu besar untuk diurus oleh satu pihak, apalagi hanya oleh individu. Negeri ini membutuhkan persatuan nasional untuk menghadapi tantangan agar bisa lompat ke jajaran negara-negara maju," ujarnya.

Ia menambahkan, hanya bersama Prabowo dan Gibran program kerja dan capaian pembangunan Jokowi bisa dilanjutkan. Dan pasangan ini, kata dia, setia di garis rakyat.

“Publik membutuhkan kepemimpinan dan pemerintahan yang setia di garis rakyat, bukan yang baperan tak berujung,” ungkapnya.

Dalam banyak kesempatan, Hasto Kristiyanto memang kerap mengkritik Jokowi beserta kroninya di pemerintah. Bahkan, Hasto sempat menyamakan Gibran dengan pengemudi truk ugal-ugalan yang mengalami kecelakaan di Pintu Tol Halim.

Baca juga artikel terkait PEMILU 2024 atau tulisan lainnya dari Irfan Amin

tirto.id - Politik
Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Irfan Teguh Pribadi