Preview Drakor Men Are Men Episode 16 di KBS2: Ji Woo Ingin Menikah

Oleh: Maria Ulfa - 1 September 2020
Dibaca Normal 2 menit
Ji Woo semakin merasa cemas ketika Hyun Joo mengatakan, bagaimana jika dirinya tidak juga berubah pikiran mengenai pernikahan tersebut?
tirto.id - Drama Korea (drakor) Men Are Men atau To All The Guys Who Loved Me episode terakhir, atau episode 16 akan tayang malam ini, Selasa (1/9/2020) pukul 21.30 KST, atau 19.30 WIB di KBS2. Drakor Men Are Men juga bisa ditonton di VIU.

Pada episode sebelumnya menceritakan, Hwang Ji Woo akhirnya menceritakan tentang apa yang belum ia ceritakan kepada Seo Hyun Joo tentang kesalahpahaman mereka di masa lalu. Karena hal itu, keduanya pun memutuskan untuk kembali bersama.

Persiapan peluncuran Sunwoo Webtoon telah selesai dilakukan. Tim Hyun Joo telah berhasil meneken kontrak dengan sejumlah penulis, dan saat ini tinggal melakukan persiapan strategi pemasaran platform mereka saja.

Hwang Ji Woo sendiri meminta semua pegawai Sunwoo Webtoon untuk datang ke rumahnya dan merayakan peluncuran resmi platform Webtoon mereka.

Saat itu, para pegawai tersebut terkejut, sebab sebelumnya Ji Woo dikenal tidak pernah mengundang siapa pun ke rumahnya.

Karena hal itu, rekan-rekan Hyun Joo pun menggodanya dengan mengatakan kemungkinan Ji Woo akan membuat pengumuman pernikahan mereka. Hyun Joo sendiri mencoba menegaskan bahwa hal itu tidak akan terjadi.

Para sahabat Hyun Joo juga meyakini hal tersebut. Namun, Hyun Joo memang tidak pernah memikirkan pernikahan. Bahkan, Hyun Joo pernah bersumpah tidak akan menikah dan hidup melajang selamanya.

Saat ini, Hyun Joo belum belum merubah pikirannya. Menurut Hyun Joo, mengapa kesimpulan dari sebuah kisah cinta adalah pernikahan? Karena hal itu, Hyun Joo merasa cemas jika saja kekasihnya itu benar-benar melamarnya.

Bahkan, setelah itu, Hyun Joo dan teman-temannya memergoki Ji Woo baru saja keluar dari toko perhiasan. Karena itu, mereka yakin Ji Woo akan melamar Hyun Joo dalam acara peluncuran Webtoon tersebut.

Di sisi lain, Hyun Joo mencoba mendekatkan Ji Woo dengan Park Do Gyeom. Do Gyeom sendiri sudah berusaha menerima bahwa Ji Woo adalah kekasih Hyun Joo. Sehingga, keduanya pun berusaha untuk saling menerima satu sama lain.

Acara peluncuran Sunwoo Webtoon akhirnya digelar. Hyun Joo merasa panik, dan ia takut jika Ji Woo benar-benar akan melamarnya. Bahkan, Hyun Joo sempat menolak masuk ke rumah kekasihnya itu.

Hingga akhirnya, saat Ji Woo mecoba membuka sebuah bungkusan, Hyun Joo langsung merebut bungkusan itu dan berlari keluar rumah. Ji Woo langsung mengejar Hyun Joo dan bertanya apa yang terjadi.

Ternyata, isi bungkusan itu adalah komik milik Hyun Joo yang dibukukan oleh Ji Woo. Ternyata, malam itu, Ji Woo ingin mengatakan ia akan mendukung Hyun Joo untuk menjadi penulis Webtoon seperti yang ia impikan.

Mendengar hal tersebut, Hyun Joo menjadi malu. Ji Woo sendiri mengerti dan tahu bahwa Hyun Joo memang belum memikirkan menikah, sehingga ia hanya membeli cincin pasangan untuk mereka pakai.

Preview Men Are Men Episode 16

Dalam preview untuk episode selanjutnya menceritakan, meski Hwang Ji Woo mencoba mengerti bahwa kekasihnya tidak ingin menikah, tetapi dalam hati kecil Ji Woo, ia ingin segera menikahi Seo Hyun Joo.

Ji Woo semakin merasa cemas ketika Hyun Joo mengatakan, bagaimana jika dirinya tidak juga berubah pikiran mengenai pernikahan tersebut?

Bahkan, karena hal itu, Ji Woo menjadi tampak canggung berada di sekitar Hyun Joo. Ia takut jika keinginannya untuk menikah itu diketahui oleh Hyun Joo. Para sahabat Hyun Joo sendiri yakin, pasti Ji Woo menginginkan mereka untuk segera menikah.

Hubungan keduanya juga sudah diketahui oleh keluarga Hyun Joo, dan mereka juga mendukung hubungan tersebut. Bahkan, Ji Woo berusaha mendekatkan diri dengan keluarga Hyun Joo.

Sementara itu, entah apa yang terjadi, tiba-tiba saja Ji Woo melihat Hyun Joo sedang tidak sadarkan diri di rumahnya yang dipenuhi dengan asap.


Baca juga artikel terkait MEN ARE MEN atau tulisan menarik lainnya Maria Ulfa
(tirto.id - Film)

Kontributor: Maria Ulfa
Penulis: Maria Ulfa
Editor: Nur Hidayah Perwitasari
DarkLight