Menuju konten utama

Politikus PDIP Usul Lockdown Total Bila Kasus COVID Tembus 100 Ribu

Selain lockdown total, menurut Nabil pemerintah juga mesti memperhatikan ketahanan pangan rakyatnya bila kasus COVID-19 terus melonjak.

Politikus PDIP Usul Lockdown Total Bila Kasus COVID Tembus 100 Ribu
Warga berjaga di salah satu jalan akses menuju kawasan RW 04 Kampung Sambongpari, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (21/6/2021). ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/wsj.

tirto.id - Anggota Komisi IX DPR RI Muchamad Nabil Haroen mendesak pemerintah memikirkan skenario terburuk, jika kasus positif COVID-19 tembus 100ribu per hari yakni karantina wilayah atau lockdown total. Hal tersebut mengingat angka positif terakhir Kamis (15/7/2021) menyentuh 56.757 kasus.

"Worst case scenario-nya dengan lockdown total di kawasan-kawasan yang zona hitam dan merah, sekaligus menguatkan ketahanan panganan di wilayah masing-masing," ujar Nabil kepada Tirto, Kamis (15/7/2021).

Selain lockdown, menurut Nabil pemerintah juga mesti memperhatikan ketahanan pangan warga sebab proses pemulihan kondisi akan memakan waktu yang tak sebentar. Sehingga perlu keterlibatan RT, RW, dan perangkat desa menjadi kunci utama untuk memantau kebutuhan warga selama masa darurat tersebut.

Pemerintah perlu mengupayakan ketahanan pangan dalam skala lokal dengan menyediakan lahan-lahan yang ada. Sehingga warga bisa memberdayakannya "dengan menanam umbi-umbian dan sayuran sebagai stok pangan di kawasan masing-masing."

"Selain itu, fasilitas kesehatan di tingkat desa perlu diperkuat, serta rekrutmen relawan desa bidang kesehatan yang terkoneksi dengan puskesmas dan RS setempat," tuturnya.

Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan pemerintah sudah merancang strategi penanganan jika terjadi skenario terburuk penambahan kasus hingga 60 ribu kasus atau 100 ribu kasus per hari.

Strateginya dengan menyiapkan fasilitas layanan kesehatan, tenaga kesehatan, dan pendirian rumah sakit lapangan.

Baca juga artikel terkait LONJAKAN KASUS COVID-19 atau tulisan lainnya dari Alfian Putra Abdi

tirto.id - Kesehatan
Reporter: Alfian Putra Abdi
Penulis: Alfian Putra Abdi
Editor: Bayu Septianto