tirto.id - Platform kecerdasan hukum dan kepatuhan berbasis AI (Artificial Intelligence) yang dirancang khusus, Gani.AI, bakal menampilkan solusi andalannya di ajang SuperAI Singapore 2025. Kehadiran Gani.AI dalam konferensi AI terbesar di Asia pada 18-19 Juni 2025 itu tidak lama setelah kesuksesan debut internasionalnya di SushiTech Tokyo yang mendapatkan sambutan hangat dari para pelaku industri.
Di SuperAI Singapore 2025, Gani.AI akan meluncurkan PartnerConnect, fitur yang menghadirkan koneksi berbasis konteks ke jaringan ahli hukum lokal, penasihat pajak, profesional kepatuhan, dan penerjemah tersertifikasi di seluruh wilayah yang didukung platform tersebut.
Berbeda dengan model marketplace tradisional, PartnerConnect bisa secara cerdas mencocokkan pengguna dengan profesional paling relevan berdasarkan konteks dan kebutuhan spesifik kasus. Proses pemilihan dan onboarding menjadi mulus bagi pengguna, sekaligus membuka peluang pendapatan yang lebih luas bagi para profesional. Fitur ini menciptakan ekosistem win-win yang mengubah Gani.AI dari sekadar alat menjadi sistem operasi menyeluruh untuk kebutuhan hukum dan kepatuhan.
Gani.AI Garap Pasar Legal Tech Asia Pasifik senilai $50 Miliar
Gani.AI hadir untuk menjadi solusi atas tantangan yang kini dihadapi oleh tim-tim hukum dan kepatuhan di kawasan ASEAN, Jepang, India, Australia, hingga MENA (Timur Tengah dan Afrika Utara). Di kawasan ekonomi dengan pertumbuhan paling cepat di dunia itu, muncul tantangan sangat kompleks yang belum pernah terjadi pada era sebelumnya dalam menavigasi regulasi lintas-negara, undang-undang perpajakan, standar akuntansi, hingga kerangka kepatuhan.
Alat bantu berbasis AI tradisional yang selama ini dipakai buat mendukung fungsi hukum dan kepatuhan dinilai gagal menjawab kompleksitas masalah tersebut. Secara umum penyebabnya adalah kendala bahasa, perbedaan karakteristik yurisdiksi, serta minimnya kapabilitas alat dalam memahami konteks lokal. Padahal, nilai pasar yang belum tergarap, seturut perhitungan pengelola Gani.AI, mencapai lebih dari $50 miliar.
Gani.AI didirikan oleh Bintang Hidayanto dan Timur Nugroho. Keduanya menghadirkan kombinasi keahlian yang langka: praktisi hukum senior, pengalaman membangun bisnis di sektor hukum dan kepatuhan, serta inovasi mendalam dalam bidang kecerdasan buatan.
Bintang Hidayanto merupakan mitra hukum dengan peringkat Chambers yang pernah menjadi Managing Partner GHP Law Firm. Selain membantu GHP Law Firm menjadi firma hukum terbesar di Indonesia dalam kurang dari 10 tahun, Bintang juga pernah berkarier di Norton Rose Fulbright serta menjabat Deputi Staf Khusus Presiden pada era pemerintahan Joko Widodo. Sementara itu, Timur Nugroho memiliki rekam jejak panjang di perusahaan teknologi dan keuangan terkemuka seperti LinkAja, Ajaib, hingga National Australia Bank.
Sejak resmi meluncur pada Maret 2025 dan memulai debut internasionalnya di SushiTech Tokyo, Gani.AI terus berkembang pesat hingga menjangkau lebih dari 1.000 pengguna, hanya dalam 14 pekan. Pengguna Gani.AI meliputi firma hukum besar, perusahaan multinasional, hingga lembaga pemerintahan. Pencapaian tersebut menunjukkan platform ini memiliki kesesuaian produk dengan kebutuhan pasar yang selama ini sangat krusial tetapi kurang terlayani.
"Asia-Pasifik mendorong 60% pertumbuhan global, tapi banyak perusahaan AI menghindari kompleksitas hukumnya. Kami membangun Gani.AI karena ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di dunia layak mendapat AI yang tak cuma menerjemahkan, tapi juga memahami," kata Co-Founder sekaligus CEO Gani.AI, Bintang Hidayanto.
"Mulai dari para wirausaha hingga penasihat hukum perusahaan Fortune 500, semua orang berhak atas teknologi yang benar-benar memahami realitas hukum lokal, nuansa lintas-batas, dan memberikan akses ke para ahli yang tepat untuk mengeksekusi. Masa depan AI hukum bukan tentang memaksa alat buatan Silicon Valley bekerja di semua tempat. Ini tentang membangun dari awal dengan niat untuk semua tempat," ujar dia menambahkan.
Inovasi Gani.AI untuk Isi Kesenjangan Pasar Legal Tech Global
Gani.AI hadir sebagai solusi inovatif yang menjawab kesenjangan pasar senilai lebih dari $50 miliar dengan teknologi eksklusif yang menggabungkan berbagai keunggulan. Berbagai inovasi teknologi legal tech berbasis kecerdasan buatan dari Gani.AI adalah:
- Localized Legal & Compliance Intelligence: Dirancang khusus untuk setiap yurisdiksi regional dengan pemahaman mendalam terhadap konteks lintas-negara.
- Multilingual AI Reasoning: Mampu memproses langsung dalam bahasa lokal sesuai konteks sistem hukum setempat.
- Instant Deployment: Tanpa kebutuhan setup, pelatihan, atau integrasi yang memakan waktu bagi pengguna.
- Multi-Agent Architecture: Menggabungkan agen-agen AI spesialis seperti perancang dokumen, peneliti, dan pemeriksa dalam satu alur kerja tanpa antarmuka rumit atau berpindah-pindah alat.
- Advanced Intent Classification: Teknologi eksklusif yang memahami maksud pengguna dari masukan bebas dalam bahasa apa pun, tanpa perlu rekayasa prompt, dan cukup dengan percakapan alami.
- Agentic Processing Architecture: AI canggih yang memahami konteks lintas-yurisdiksi.
- Enterprise-Grade Security: Bersertifikasi ISO/IEC 27001:2022 untuk Sistem Manajemen Keamanan Informasi (ISMS), serta didukung oleh infrastruktur cloud Amazon Web Services (AWS) yang memenuhi standar SOC 2 Tipe II, enkripsi tingkat lanjut, dan protokol perlindungan data kelas perusahaan.
- PartnerConnect: Fitur terbaru yang akan diluncurkan di ajang SuperAI Singapore 2025.
Pengguna Gani.AI bisa menggunakan platform ini dengan mudah, tanpa harus lebih dulu mengikuti pelatihan. Kini, setiap pengguna dapat langsung mengakses Gani.AI dengan 10 prompt gratis saat mendaftar tanpa perlu demo ataupun proses penjualan.
Masuk tirto.id


































