Menuju konten utama

PKS Nilai Pemerintah Tak Serius Evakuasi WNI di Cina Akibat Corona

Hidayat Nur Wahid beranggapan pemerintah belum serius melindungi WNI bahkan menurutnya terkesan enggan melakukan evakuasi dari Wuhan, Cina.

PKS Nilai Pemerintah Tak Serius Evakuasi WNI di Cina Akibat Corona
Anak-anak memakai masker untuk mencegah penularan virus corona baru di Stasiun Kereta Cepat Hong Kong West Kowloon di Hong Kong, China, Kamis (23/1/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Tyrone Siu/wsj/cfo

tirto.id - Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid meminta pemerintah segera mengevakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) di Cina khususnya dari Kota Wuhan. Desakan Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menyusul wabah virus corona yang makin mengkhawatirkan.

"Seharusnya pemerintah Indonesia melaksanakan kewajibannya yang tertera dalam Undang-Undang Dasar yaitu melindungi seluruh tumpah darah Indonesia, termasuk juga hubungan luar negeri yaitu bila ada kondisi semacam ini pemerintah di antaranya diwajibkan untuk sampai pada tingkat evakuasi," kata Hidayat di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (28/1/2020).

Hidayat beranggapan pemerintah belum serius melindungi WNI bahkan menurutnya terkesan enggan melakukan evakuasi dari Wuhan. Padahal di sisi lain, lanjutnya, saat ini sejumlah negara telah mengevakuasi warganya dari Cina seperti yang dilakukan Amerika Serikat dan Jepang.

Hidayat mengaku telah berkomunikasi dengan seorang mahasiswa Indonesia di Kota Wuhan dan ia memohon agar segera dievakuasi karena kondisinya telah parah. Tak cuma Kota Wuhan yang dikarantina, tapi bahkan keseluruhan Provinsi Hubei.

"Kalau Amerika diizinkan padahal dia musuh dagangnya Cina, masa Indonesia enggak diizinkan? Jerman diizinkan, Jepang juga sudah diizinkan evakuasi. Sekarang bola ada di tangan Pak Jokowi," katanya.

Selain menganjurkan evakuasi, Hidayat juga meminta pemerintah segera menerapkan travel warning bagi pendatang asal Cina atau warga Indonesia yang hendak ke Cina. Hal itu merujuk pada rekomendasi Ombudsman yang meminta pengetatan setidaknya selama wabah Corona menjadi masalah.

"Jangan kemudian gara-gara kesan pemerintah pusat tidak melarang, kemudian turis Cina datang kemudian yang dibully adalah pemprov," ujarnya.

Wabah virus corona, yang dimulai di pusat kota Wuhan akhir tahun lalu, telah menewaskan 132 orang dengan hampir 6.000 orang terinfeksi di Cina. Tak hanya di Cina, hingga saat ini kasus virus corona ditemukan juga di Thailand, Hong Kong, Taiwan, Jepang, Macau, Malaysia, Singapura, Australia, Amerika, Perancis, Jerman, Korea Selatan, Kanada, Vietnam, Nepal dan Sri Lanka.

Virus corona atau 2019-nCoV menyerang pernapasan. Pasien yang dikonfirmasi positif terinfeksi virus corona, melaporkan gejala sebagai berikut: demam, batuk, dan sesak napas.

Upaya mengevakuasi WNI dari Wuhan telah dilakukan pemerintah Indonesia, namun terkendala masih adanya larangan pemerintah Cina agar tak ada transportasi yang masuk dan keluar dari wilayah tersebut.

TNI Angkatan Udara bahkan telah menyiagakan tiga pesawat untuk membantu mengevakuasi warga negara Indonesia (WNI) yang ada di Wuhan, Cina. Tiga pesawat yang disiapkan, yakni dua unit Boeing 737 dan satu unit C130 Hercules.

"Kami sudah siapkan pesawat Boeing 737 dan C130 Hercules. Hal ini berdasarkan hasil rapat dua hari lalu bersama Kemenko Polhukam, Kemenkes dan Kemenlu," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama Fajar Adriyanto kepada wartawan, di Jakarta, Rabu (29/1/2020) seperti dilansir dari Antara.

Terkait jumlah WNI yang akan dievakuasi, Fajar belum bisa memastikannya, namun estimasi sekali penjemputan bisa membawa sekitar 100 hingga 200 WNI. Selain menyiagakan tiga unit pesawat, TNI AU juga menyiapkan personel dari batalion kesehatan dalam misi menjemput WNI di Cina ini. Namun, Fajar tidak merinci berapa banyak petugas kesehatan yang akan dikerahkan.

Fajar hanya memastikan semua anggota yang akan berangkat telah dibekali dengan berbagai peralatan medis hingga dipantau aktivitas kesehatannya mulai saat ini.

"Semua itu sudah menyiapkan antipenularan untuk kru yang menjemput. Itu mungkin dengan masker dan segala macam, kemudian makanannya juga harus dikontrol dan juga begitu kembali nanti akan dikarantina dulu. Jadi tidak langsung turun langsung bebas, dikarantina dulu. Yang kami siapkan itu, briefingnya demikian," ujar Fajar.

Baca juga artikel terkait VIRUS CORONA atau tulisan lainnya dari Mohammad Bernie

tirto.id - Politik
Reporter: Mohammad Bernie
Penulis: Mohammad Bernie
Editor: Bayu Septianto