Petisi Isu Lingkungan Paling Populer di Change.org Sepanjang 2018

Oleh: Riyan Setiawan - 20 Desember 2018
Topik petisi online yang tahun ini paling banyak meraup dukungan di situs Change.org adalah isu lingkungan.
tirto.id - Isu lingkungan menjadi topik petisi online yang paling populer di situs Change.org selama tahun 2018. Direktur Change.org Indonesia Arief Aziz mengatakan jumlah warganet yang meneken petisi online tentang isu lingkungan pada 2018 tumbuh signifikan dibanding tahun lalu.

"Tahun 2017 ada 118 ribu orang yang menyuarakan isu lingkungan, sementara 2018 ada 17 kali lipatnya atau 2,1 juta orang lebih," kata Arief di acara bertajuk "Catatan Akhir Tahun, Dinamika Gerakan Digital Tahun 2018" di Ev Hive D. Lab, Jakarta Pusat, Kamis (20/12/2018).


Dia menambahkan, sejumlah petisi online mengenai isu lingkungan juga berhasil mencapai tujuannya. Misalnya, kata Arief, petisi yang mendorong perusahaan pembakar hutan mendapat hukuman.

Selanjutnya, petisi untuk mendukung dua akademikus IPB, Bambang Hero dan Basuki Wasis, yang digugat karena memberikan keterangan sebagai ahli di kasus pembakaran hutan dan korupsi.

Arif menambahkan petisi untuk mendorong larangan memakai Burung Cendrawasih sebagai aksesoris dan petisi untuk menolak pemindahan Hiu Paus dari Berau ke Ancol juga berhasil.


Menurut Arief, petisi online di Change.org yang paling banyak meraup dukungan juga bertema isu lingkungan, yakni tentang seruan penepatan Hari Hutan Indonesia.

"Meskipun belum berhasil meraih kemenangan, petisi itu telah didukung lebih dari 413 ribu tanda tangan," kata dia.

Fenomena ini, kata dia, membuat Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar lebih aktif merespons suara-suara tuntutan publik, baik melalui fitur Decision Maker Response di Change.org, maupun di media dan media sosial.

"Ia telah mengeluarkan 12 respons yang otomatis terkirim ke email para pendukung petisi," ujar dia.


Baca juga artikel terkait LINGKUNGAN atau tulisan menarik lainnya Riyan Setiawan
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Riyan Setiawan
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Addi M Idhom