Menuju konten utama

Pertumbuhan Ekonomi Papua Lebih Tinggi dibanding Nasional

Pertumbuhan ekonomi di Provinsi Papua lebih tinggi dibanding ekonomi nasional. Hal tersebut diungkap oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Joko Supratikto. Joko menyebutkan ekonomi Papua selama 2015 mengalami pertumbuhan hingga 7,97 persen sedangkan ekonomi nasional hanya 4,79 persen.

Pertumbuhan Ekonomi Papua Lebih Tinggi dibanding Nasional
Sejumlah pria suku Dani dari Lembah Baliem mempertunjukkan tarian tradisional. Pertumbuhan ekonomi di Provinsi Papua lebih tinggi dibanding ekonomi nasional. ANTARA FOTO/Lucky R

tirto.id - Pertumbuhan ekonomi di Provinsi Papua lebih tinggi dibanding ekonomi nasional. Hal tersebut diungkap oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Joko Supratikto. Joko menyebutkan ekonomi Papua selama 2015 mengalami pertumbuhan hingga 7,97 persen sedangkan ekonomi nasional hanya 4,79 persen.

"Pertumbuhan ekonomi Papua selama 2015 tumbuh positif 7,97 persen, angka ini lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional yang 4,79 persen," ujar Joko di Jayapura, Rabu (2/3/2106).

Joko menjabarkan, pada triwulan IV 2015, pertumbuhan ekonomi di Papua bahkan bisa menembus 14,08 persen.

Menurut Joko pertumbuhan ekonomi Papua triwulan IV 2015 tersebut dipengaruhi oleh ekspor netto yang juga tumbuh sebesar 252,65 persen. Di sisi lain, kata Joko, konsumsi juga bertumbuh hingga 5,87 persen. Kedua faktor inilah yang menjadi salah komponen utama pertumbuhan perekonomian di provinsi paling timur itu.

"Hal ini terjadi karena adanya perayaan hari besar keagamaan dan tahun baru yang mendorong meningkatnya permintaan," ucapnya.

Selain itu, Joko mengungkap, komponen investasi pada triwulan IV 2015, mengalami kenaikan sebesar 7,41 persen. Hal tersebut sejalan dengan realisasi proyek pemerintah di akhir tahun.

Berdasarkan data tersebut Joko memperkirakan pertumbuhan ekonomi di Papua akan semakin positif pada tahun ini.

"Asesment Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Papua selama 2016 akan kembali terakselerasi dengan pertumbuhan berada di kisaran 8,59-9,59 persen," ucap Joko.

Joko menyebut faktor utama yang mempengaruhi pertumbuhan tersebut adalah kinerja lapangan usaha pertambangan yang semakin meningkat.

Joko menjabarkan target penjualan pada laporan triwulanan yang dirilis oleh induk pelaku tambang utama di Papua menyatakan penjualan mereka mencapai 1,2 juta ons emas dan 744 juta pound tembaga selama 2015.

"Untuk 2016, situs operasional itu ditargetkan akan menjual 1,8 juta ons emas dan 1,5 miliar pound tembaga," katanya.

Baca juga artikel terkait EKONOMI NASIONAL atau tulisan lainnya

Reporter: Agung DH