Menuju konten utama

Perdagangan Gamis di Jakarta Naik 100 Persen

Bisnis busana Muslim semakin bergairah seiring peningkatan animo masyarakat Indonesia mengenakan busana Muslim.

Perdagangan Gamis di Jakarta Naik 100 Persen
Pedagang menata hijab dagangannya di Pasar Kolpajung, Pamekasan, Jawa Timur, Jumat (19/5). ANTARA FOTO/Saiful Bahri

tirto.id - Penjualan baju gamis mengalami kenaikan hingga 100 persen selama bulan Ramadan tahun 2017. Bisnis busana Muslim semakin bergairah seiring peningkatan animo masyarakat Indonesia mengenakan busana Muslim.

"Kami akui terjadi peningkatan perdagangan aneka baju gamis mencapai 100 persen dibandingkan perdagangan di bulan Ramadan tahun sebelumnya," kata Naya pemilik toko Fafifa di Thamrin City, Jakarta, Minggu (4/6/2017) dilansir dari Antara.

Naya menyampaikan bahwa peningkatan ini terjadi bukan hanya di Jakarta tapi juga di luar Jakarta.

"Penjualan secara grosir untuk luar kota juga sangat besar peminatnya dari Makassar, Papua juga Malaysia dan China," katanya.

Ia juga mengatakan omzet penjualan yang diraih mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. "Dalam sebulan bisa mencapai Rp 1 miliar," tambahnya.

Tia, pemilik toko Gaya Hijab, di salah satu pusat perbelanjaan jantung ibu kota Jakarta, mengakui rata-rata sebulan sebelum hari raya mulai ramai pembelian eceran maupun pembelian busana Muslim secara grosiran yang dijual kembali di daerah.

Tia mengaku mendapatkan keuntungan dari bisnis menjual busana Muslim wanita syar'i.

"Kami menjual dengan harga Rp250.000 hingga Rp450.000 untuk satu stel baju Muslim syar'i," kata perempuan yang sudah merintis busana sejak 2009.

Ramainya pembelian busana Muslim juga terjadi karena masyarakat kini semakin terbiasa mengenakan busana Muslim pada acara-acara resmi selain itu, acara pengajian serta dipakai untuk seragam umrah.

"Busana Muslim makin diminati dan dipakai di acara-acara resmi dan juga jadi seragam umrah dan pengajian," katanya.

Dari penjualannya tersebut, Tia mengaku mendapatkan keuntungan bisa mencapai Rp100 juta.

Baca juga artikel terkait RAMADHAN atau tulisan lainnya dari Yulaika Ramadhani

tirto.id - Bisnis
Reporter: Yulaika Ramadhani
Penulis: Yulaika Ramadhani
Editor: Yulaika Ramadhani