Menuju konten utama

Perban Listrik Obati Luka Lebih Cepat Dibanding Antibiotik

Penelitian dari Ohio University menunjukkan, perban elektronik atau perban listrik dapat menyembuhkan luka lebih cepat dibanding perban biasa.

Perban Listrik Obati Luka Lebih Cepat Dibanding Antibiotik
Ilustrasi perban. FOTO/IStockphoto

tirto.id - Perban yang dialiri listrik dipercaya oleh para ilmuwan dapat membantu menyembuhkan luka lebih cepat daripada perban atau antibiotik biasa. Beberapa ilmuwan telah menyarankan menggunakan perban seperti ini untuk mengatasi luka.

Sebuah studi terbaru oleh tim di The Ohio State University menjelaskan bahwa perban ini termasuk dalam kelas terapi yang disebut electroceuticals--sebuah perangkat yang menggunakan impuls listrik untuk mengobati masalah medis seperti luka.

Studi tersebut dipublikasikan di jurnal Scientific Reports ini melihat cara perban elektroceutical membunuh bakteri di sekitar luka sehingga memungkinkan luka sembuh lebih cepat. Sebenarnya perban elektroceutical telah digunakan untuk mengobati luka sejak setidaknya 2013. Namun baru tahun ini ilmuwan baru mengetahui cara kerjanya.

"Tujuannya adalah untuk menyembuhkan luka yang tidak sembuh-sembuh atau kronis, dan, jika infeksi ada, untuk menghilangkan infeksi. Dan yang ingin kami pahami adalah mekanisme di balik mengapa perawatan elektroceutical ini bekerja untuk membunuh bakteri," kata Shaurya Prakash, penulis penelitian.

Biofilm adalah jaringan kecil mikroorganisme, termasuk bakteri yang dapat hidup di permukaan kulit atau luka. Jaringan disatukan oleh sesuatu yang disebut zat polimer ekstraseluler (EPS). Zat-zat tersebut pada umumnya terbuat dari lemak dan protein, dan dapat melindungi bakteri tetap aman dari perawatan klinis tradisional, termasuk antibiotik. Artinya bahkan dengan perawatan antibiotik tradisional, beberapa infeksi kulit dapat bertahan, menjaga luka tetap menganga dan tak sembuh-sembuh.

Tetapi perban elektroceutical terbuat dari bahan yang dapat menembus penghalang itu. Para peneliti menunjukkan bahwa perban itu menghancurkan bakteri dan menyembuhkan luka lebih cepat.

Bahan dari perban ini menggunakan sutra haboti, tenunan Jepang yang umum dalam perban. Perban dipasangi alat kecil untuk mengalirkan listrik ke biofilm. Ketika listrik mengalir, bakteri dalam luka itu dihancurkan.

Tim peneliti menggunakan mikroskop elektron untuk memantau bakteri. Mereka melihat bahwa arus listrik cukup mengganggu biofilm untuk mulai menghancurkan bakteri. Mereka juga melihat bahwa bakteri-bakteri dalam luka terus mati selama dua hari setelah arus listrik dimatikan.

Berdasarkan percobaan ini, para peneliti beranggapan bahwa perban dan arus listrik menghasilkan bahan kimia antimikroba yang kuat, asam hipoklorat yang mengambil alih dan membunuh bakteri tanpa merusak kulit sehat di sekitarnya.

Tahun lalu, dokter hewan menggunakan perban untuk membantu menyembuhkan luka terbuka pada anjing sebagai uji coba.

"Jika infeksi ada, luka tidak akan sembuh. Jadi kita perlu menemukan cara untuk melewati biofilm ke bakteri," kata Prakash seperti dilansir Ohio State University.

Anjing itu tiba di Ohio State pada akhir 2017 dengan luka terbuka yang terinfeksi. Dalam seminggu setelah menggunakan perban, lukanya sembuh dalam 11 hari.

Hasil itu menjanjikan, kata Prakash, tetapi masih diperlukan studi tambahan dan berkolaborasi dengan ahli mikrobiologi untuk lebih memahami alasan mengapa perban ini berhasil menghancurkan bakteri ketika pilihan pengobatan lain telah gagal.

Infografik SC Perban Elektrik

Infografik SC Perban Elektrik. tirto.id/Sabit

Baca juga artikel terkait LUKA atau tulisan lainnya dari Febriansyah

tirto.id - Kesehatan
Penulis: Febriansyah
Editor: Agung DH