Menuju konten utama

Perang Urat Saraf Jokowi-Prabowo di Balik Jumlah Massa Kampanye

Fahri Hamzah menantang Jokowi dan tim untuk menghadirkan orang lebih banyak dibanding kampanye Prabowo, yang diklaim mencapai 1 juta. Muhaimin Iskandar lantas menyebut angka 3 juta.

Perang Urat Saraf Jokowi-Prabowo di Balik Jumlah Massa Kampanye
Pendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno memadati Stadion Utama Gelora Bung Karno saat kampanye akbar di Jakarta, Minggu (7/4/2019). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.

tirto.id - Hari pencoblosan Pilpres 2019 tinggal sebentar lagi dan masing-masing kandidat, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dan Joko Widodo-Ma'ruf Amin, sedang sibuk-sibuknya berkampanye. Pun dengan tim sukses atau politikus yang ada di kubu 01 dan 02. Mereka tak cuma menonjolkan kelebihan masing-masing paslon ke masyarakat, tapi juga menyerang lawan.

Salah satu perang urat saraf yang mengemuka akhir-akhir ini adalah soal jumlah massa yang datang ke kampanye terbuka. Adalah Fahri Hamzah, salah satu politikus pendukung Prabowo-Sandiaga, yang memulainya.

Fahri menantang kubu petahana untuk mengumpulkan orang yang lebih banyak ketimbang yang dilakukan Prabowo-Sandiaga dalam kampanye akbar yang digelar di Gelora Bung Karno, Jakarta, Ahad (7/4/2019) lalu.

"Berlomba saja nanti bikin yang lebih besar... Kan, katanya mau konser, kan, mengundang artis. Ya sudah bikin saja sampai pol," katanya di Gedung DPR, Senin.

Memang tak ada jumlah pasti berapa orang yang datang dalam kampanye yang Fahri maksud. Prabowo mengatakan satu juta, bahkan lebih. Sementara Liputan6.com, dengan memanfaatkan MapChecking, menyebut jumlah maksimal yang bisa ditampung (tribun, lapangan, serta jalan yang melingkari GBK) sebanyak 642.486 orang.

Terkait tantangan Fahri, Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Muhaimin Iskandar mengatakan mereka bisa menghadirkan orang yang lebih banyak dalam Konser Putih Bersatu yang akan diselenggarakan juga di GBK pada 13 April nanti.

Ketua Umum PKB ini menyebut angka tiga juta atau tiga kali lipat dari klaim Prabowo.

"Jumlahnya [massa] akan tiga kali lipat [dibandingkan kampanye akbar Prabowo-Sandi]. Yakin akan lebih gede," ujarnya di Istora Senayan, Jakarta Selatan, Senin (8/4/2019). "Moga-moga kami bisa tiga juta," tambahnya.

Keponakan Gus Dur ini bahkan berani mengatakan kalau massa akan menyemut hingga Hotel Bundaran HI. "Malah kemungkinan, kemungkinan nih, massa sampai HI. Insya Allah. Kami bikin panjang," katanya.

Sementara Ketua TKN, Erick Thohir juga mengatakan konser akan menarik minat banyak orang. Bedanya dia tak mau menyebut angka.

"Ini akan sangat besar. Saya tidak mau bicara angka, daripada bilang 2.000, yang datang 200. Tapi ini akan besar," kata Erick dalam konferensi pers di Hotel Santika, Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (2/4/2019).

Signifikansi

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, Ujang Komarudin menilai pada momen saat ini saling adu klaim jumlah massa memang penting dalam rangka membangun opini publik. Jadi pengaruhnya bukan hanya untuk mereka yang datang, tapi juga masyarakat umum--dengan topangan pemberitaan media massa dan media sosial.

"Ketika massanya banyak, pendukungnya banyak, secara politis itu akan dianggap kemenangan," ujar ujang kepada reporter Tirto

Selain itu klaim ini juga untuk menunjukkan kemampuan memobilisasi massa sekaligus menggertak lawan politik.

"Secara psikologis ingin menggertak lawan," pungkasnya.

Berkaca pada 2014, kampanye sejenis ini memang signifikan untuk meningkatkan dukungan masyarakat. Setidaknya demikian kata Sukawarsini Djelantik dalam artikel yang diterbitkan oleh Journal of Media Critiques University of Lincoln and World Experience Campus Foundation.

Ia memberikan penilaian terhadap "Konser Salam Dua Jari Jokowi" pada 5 Juli 2014 yang menurutnya "memungkinkan peningkatan dukungan populer secara signifikan".

Baca juga artikel terkait PILPRES 2019 atau tulisan lainnya dari Riyan Setiawan

tirto.id - Politik
Reporter: Riyan Setiawan
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Rio Apinino