Menuju konten utama

Perang Rusia-Ukraina: Serangan di Donetsk Tewaskan 15 Orang

Berita perang Rusia-Ukraina hari ini, Rabu, 26 Oktober 2022, berikut situasi terkininya.

Perang Rusia-Ukraina: Serangan di Donetsk Tewaskan 15 Orang
Tentara Garda Nasional Ukraina menembaki posisi Rusia dengan mortir di dekat Kharkiv, Ukraina, Selasa, 25 Oktober 2022. (AP Photo/Andrii Marienko)

tirto.id - Ukraina masih terus berperang dengan Rusia sampai hari ini, Rabu, 26 Oktober 2022, bahkan sudah berlangsung selama delapan bulan, atau 245 hari. Lantas peristiwa apa saja yang terjadi dalam berita terkininya?

The Guardian memberitakan, serangan Rusia di Oblast Donetsk setidaknya terjadi sebanyak lima belas kali sehingga menewaskan tujuh warga sipil dan melukai tiga orang.

Menurut keterangan polisi nasional Ukraina, serangan itu juga menghancurkan 19 bangunan tempat tinggal dan satu kabel listrik.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Ukraina mengatakan, inspektur pengawas nuklir PBB akan segera memeriksa dua situs Ukraina. Mereka khawatir kalau tuduhan Rusia terkait "bom kotor" adalah persiapan untuk operasi "bendera palsu".

Dalam kasus tersebut, Rusia membawa kasusnya ke dewan keamanan PBB dengan mengatakan Ukraina sedang bersiap untuk mengunakan "bom kotor" di wilayahnya sendiri.

Pengungsi Ukraina

Pengungsi dari Kherson berkumpul setibanya mereka di stasiun kereta api di Anapa, Rusia selatan, Selasa, 25 Oktober 2022. Pihak berwenang Rusia telah mendorong penduduk Kherson untuk mengungsi, memperingatkan bahwa kota itu mungkin akan mendapat serangan besar-besaran dari Ukraina. (Foto AP)

Situasi Perang Rusia dan Ukraina Hari ke-245

Presiden Rusia, Vladimir Putin mengatakan, negaranya perlu mempercepat pengambilan keputusan dalam kampanye militer di Ukraina.

Pihak Ukraina mengklaim, sejak awal perang Februari lalu, pasukan Rusia disebut telah kehilangan hampir 68.420 personel.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy, kembali menyerukan kepada pasukannya untuk merebut kembali kota Kherson, yang kini diduduki Rusia.

Kantor berita Rusia, TASS melaporkan, menurut Ketua Duma Negara Rusia Vyacheslav Volodin, Ukraina telah kehilangan kapasitasnya untuk eksis sebagai sebuah negara karena telah menjadi koloni Amerika Serikat.

"Ukraina tidak lagi layak sebagai sebuah negara. Ukraina telah diduduki oleh NATO, dan negara itu telah menjadi koloni AS. Kiev telah menerima perintah dari Washington, dan pasukan Ukraina dipandu oleh Pentagon," katanya Telegramnya pada hari ini, Rabu.

Volodin menduing, Ukraina tidak dapat menghormati komitmen sosial kepada warganya atau membayar upah dan pensiunnya sendiri.

"Sistem keuangan negara hancur, sementara itu harus membayar utang lebih dari 100 miliar dolar AS. Bunga pinjaman telah tumbuh setiap hari," tutupnya.

Baca juga artikel terkait AKTUAL DAN TREN atau tulisan lainnya dari Alexander Haryanto

tirto.id - Politik
Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Iswara N Raditya