tirto.id - Film 28 Years Later resmi tayang di bioskop 20 Juni 2025. Film ini merupakan sekuel dari waralaba 28 Days Later (2002). Menonton film sebelumnya secara berurutan bisa menambah pemahaman ending film terbaru ini.
Sutradara Danny Boyle dan penulis Garland kembali membuat lanjutan kisah horor zombiepost-apokaliptik yang pertama rilis pada 2002 ini. Kali ini, cerita yang ditampilkan adalah rupa dunia bertahun-tahun setelah wabah virus Rage merebak.
Menjadi film ketiga dari waralaba 28 Days Later yang fenomenal pada masanya, film 28 Years Later menjadi proyek reuni bagi banyak sineas. Selain Danny Boyle dan Alex Garland yang duduk di posisi semula, film ini juga melibatkan Andrew Macdonald sebagai produser.
Dalam film sekuel ini, sejumlah aktor kenamaan Hollywood akan tampil. Mereka adalah Jodie Comer, Aaron Taylor-Johnson, Ralph Fiennes. Selain mereka, film ini juga memberikan ruang untuk para aktor muda, macam Rocco Haynes, Hannah Allan-Robertson, dan Harriet Taylor.
Sejauh ini, film 28 Years Later mendapatkan respons positif di bioskop, baik di tempat perilisan perdana di Inggris dan Amerika, maupun di seluruh dunia. Kini film ini tersedia di bioskop Indonesia.
Sinopsis Film 28 Years Later
Bertahun-tahun setelah merebaknya wabah virus Rage, segelintir manusia tetap mampu bertahan hidup. Sekalipun begitu banyak manusia berubah jadi zombie, namun spesies ini tak mudah terhapus dari bumi.
Akan tetapi, wabah virus Rage jelas memporak-porandakan kehidupan manusia. Di Inggris, misalnya, tempat 28 Years Later berlatar, negara itu kini sunyi dan terisolasi.
Manusia kini hidup dalam kelompok-kelompok kecil yang menetap di suatu daerah terpencil dan terisolasi dari dunia luar. Kehidupan inilah yang dijalani oleh Spike (Alfie Williams) yang baru berusia 12 tahun.
Spike merupakan salah satu anggota kelompok penyintas yang terasing di desa terpencil di Pulau Lindisfarne. Setelah berusia 12 tahun, ia baru saja dianggap dewasa oleh para penyintas lain.
Ketika penyakit yang diderita ibunya kian memburuk dari waktu ke waktu, Spike kemudian melakukan perjalanan ke daratan utama. Ia membawa serta ibunya dengan tujuan untuk mencari dokter di sana.
Sesampainya di daratan utama, Spike mendapati kenyataan bahwa bukan hanya manusia yang bertahan, virus Rage juga berevolusi. Selama hampir 2 dekade, muncul berbagai tipe zombie dengan perangai khas. Beberapa bisa dihindari dengan mudah, namun tak sedikit yang tak mampu Spike lawan, seberapapun ia berusaha.
Pada saat yang sama, Spike juga menemukan kenyataan bahwa di daratan utama, manusia yang masih bertahan kini hidup dengan cara yang begitu tak manusiawi. Di tengah kekacauan dan kehancuran peradaban, manusia-manusia ini hidup dengan insting melakukan apapun demi bertahan dari kematian.
Fakta-fakta Menarik 28 Years Later
Sebagai sekuel sebuah franchise yang fenomenal, 28 Years Later memiliki sejumlah fakta menarik di balik proses produksinya. Berikut beberapa di antaranya.
1. Menggunakan Kamera iPhone
Dibuat sebagai genre horor, sutradara Danny Boyle turut menggunakan kamera iPhone 15 Pro Max sebagai salah satu cara pengambilan video dalam film ini. Kamera ini digunakan untuk memberikan kesan raw yang bisa meningkatkan ketegangan.2. Ada Peran Cillian Murphy
Aktor Cillian Murphy merupakan pemeran utama dalam film perdana 28 Days Later. Kini ia terlibat dalam produksi 28 Years Later kendati tak sebagai pemeran. Ia kini berperan sebagai eksekutif produser.3. Pembuka Trilogi Baru
Film 28 Years Later dirilis tidak hanya sebagai sekuel, tetapi juga penanda dari trilogi baru. Film kedua dari trilogi 28 Years Later pun telah dikonfirmasi, yakni 28 Years Later: The Bone Temple. Film kedua ini dijadwalkan rilis pada 16 Januari 2026.4. Kembalinya Sutradara dan Penulis Naskah
Danny Boyle dan Alex Garland merupakan otak dari franchise 28 Days Later. Namun, keduanya sempat absen dalam pembuatan film keduanya yang dipandang tidak sesukses pendahulunya. Kini, melalui 28 Years Later, keduanya kembali mengisi peran sebagai sutradara dan penulis naskah.Penjelasan Ending 28 Years Later
Pada ending film ini, perjalanan Spike dan ibunya untuk menemukan dokter ternyata berujung pada kegagalan. Pada akhirnya, sang ibu meninggal. Alhasil, Spike harus tega menyaksikan tubuh ibunya dikremasi.
Akan tetapi, perjalanan itu mengajarkan Spike sesuatu yang begitu berharga, yakni resiliensi untuk hidup di daratan utama. Di tengah bayangan akan kematian yang mengerikan, ia mampu terus bertahan.
Sekira 28 hari setelah kematian ibunya, Spike melanjutkan perjalanan. Ia memilih untuk mengeksplorasi lebih dalam daratan utama.
Ketika Spike terjebak dalam serangan zombie dengan jumlah yang terlalu banyak untuk dihadapi sendiri, muncul seorang pria nyentrik bernama Jimmy yang membantunya.
Setelah berkenalan, Jimmy ternyata adalah sosok yang besar di daratan utama. Jimmy dikenal sebagai pemimpin sebuah kelompok penyintas. Jimmy mengajak Spike untuk bergabung ke kelompoknya.
Adegan tersebut sebenarnya merupakan jembatan untuk mengaitkan 28 Years Later dengan sekuel The Bone Temple yang akan dirilis pada 2026 mentang. Judul The Bone Temple agaknya diambil untuk merujuk kelompok yang diketuai Jimmy.
Namun, hal yang mungkin tidak disadari penonton, The Jimmies—sebutan bagi kelompok yang diketuai Jimmy—adalah pelaku dari kengerian yang dirasakan Spike di awal film.
Ketika Spike tiba di daratan untuk pertama kali, ia dan ayahnya menemukan sebuah rumah kosong. Di sana, ada manusia terinfeksi yang digantung terbalik di langit-langit.
Plastik penutup kepala manusia itu sudah penuh darah dan di tubuhnya terukur nama Jimmy. Alih-alih kelompok penyintas yang damai seperti kelompok yang membesarkan Spike, kelompok Jimmy sepertinya merupakan sekte dengan pendekatan sadistik.
Hal ini sebenarnya bertentangan dengan apa yang ayah Spike pahami dan yakini. Dalam iman yang dipercayai ayah Spike, Jimmy adalah antitesa yang berdosa. Kemungkinan, ini akan menjadi salah satu intrik yang akan terjadi pada sekuel The Bone Temple nanti.
Urutan Nonton 28 Years Later
Sebagai film ketiga dan pembuka bagi trilogi baru, memaknai 28 Years Later mungkin akan terasa lebih baik jika penonton telah menyaksikan dua film sebelumnya.
Bagi penonton yang berniat menyaksikan 28 Years Later di bioskop, ada baiknya untuk menonton film sebelumnya dengan urutan sebagai berikut:
1 28 Days Later (2002)
Film pertama adalah 28 Days Later yang dirilis pada 2002 lalu. Di sini, peristiwa merebaknya virus Rage dan bagaimana ia memengaruhi umat manusia akan dijelaskan dengan detail.
2 28 Weeks Later (2007)
Setelah menonton film pertama, 28 Weeks Later bisa ditonton untuk memberikan konteks tentang bagaimana manusia beradaptasi dan cara virus Rage berkembang melawannya. Film ini mengambil latar waktu 6 bulan pasca merebaknya virus Rage.
3 28 Years Later (2025)
Di sinilah letak 28 Years Later dalam semesta yang dibangun Danny Boyle dan Alex Garland. Berkisah tentang 28 tahun pasca merebaknya virus Rage, film ini menceritakan tatanan baru manusia setelah kehancuran akibat virus Rage.
4 28 Years Later: The Bone Temple (2026)
Nantinya, film berikutnya yang bisa ditonton adalah 28 Years Later: The Bone Temple. Ini merupakan film kedua dari kisah 28 Years Later.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Fitra Firdaus
Masuk tirto.id




























