Menuju konten utama

Pengungsi Gempa Donggala Butuh Obat, Makanan Bayi, dan Genset

Para pengungsi akibat gempa di Donggala Sulawesi Tengah membutuhkan sejumlah bantuan, antara lain; obat, makanan bayi, dan genset.

Pengungsi Gempa Donggala Butuh Obat, Makanan Bayi, dan Genset
Warga berada di luar rumahnya pasca terjadi gempa bumi di kecamatan Sindue, Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018). ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah

tirto.id - Ribuan pengungsi korban gempa dan tsunami di Kabupaten Donggala serta Kota Palu, Sulawesi Tengah, membutuhkan sejumlah bantuan yang mendesak.

Berdasarkan keterangan tertulis dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang diterima Tirto, sejumlah kebutuhan mendesak pengungsi diantaranya air minum, obat-obatan, tenaga medis, makanan siap saji, makanan bayi dan anak, obat-obatan, tenda, serta genset dan alat penerangan.

BNPB merilis ada sekitar 16.732 pengungsi yang tersebar di 24 titik pada Kota Palu. Sebaran pengungsi itu terakhir diperbarui pada Sabtu (29/8/2018) pukul 16.00 WIB.

Sejumlah lokasi yang dijadikan tempat pengungsi berkumpul diantaranya Lapangan Vatulemo, Bundaran Biromaro, Masjid Raya Palu, Lapangan Perdos, Camping Baiya, dan Lapangan Dayodara.

Presiden Joko Widodo rencnanaya akan meninjau penanganan pasca gempa dan tsunami di Donggala serta Palu, Minggu (30/9/2018). Hingga kini, komunikasi di kawasan Palu dan Donggala dilaporkan masih teebatas.

"Layanan komunikasi yang bisa digunakan di wilayah Palu adalah XL. Layanan komunikasi Telkomsel berangsur pulih dan diprioritaskan bagi pemerintah dan instansi di Toli-toli, Poso, dan Luwuk," terang BNPB.

BNPB juga merilis, data sementara sampai dengan Sabtu (29/9/2018) jumlah korban meninggal dunia sebanyak 384 jiwa. Sedangkan 540 orang dilaporkan mengalami luka-luka. Angka tersebut hanya untuk Kota Palu karena BNPB belum mendapat laporan dari Donggala.

Baca juga artikel terkait GEMPA PALU DAN DONGGALA atau tulisan lainnya dari Lalu Rahadian

tirto.id - Sosial budaya
Penulis: Lalu Rahadian
Editor: Agung DH