Menuju konten utama

Pencak Silat Indonesia Bidik Emas Asian Games 2018

Tim pencak silat Indonesia membidik medali emas setelah lolos ke babak final.

Pencak Silat Indonesia Bidik Emas Asian Games 2018
Pesilat Indonesia Pipiet Kamelia (kiri) bertanding melawan pesilat Singapura Nurul Suhaila Mohd Saiful (kanan) dalam babak perempat final Kelas D Putri Asian Games 2018 di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jumat (24/8/2018). ANTARA FOTO/INASGOC/Melvinas Priananda.

tirto.id - Pencak silat merupakan salah satu cabang andalan bagi Indonesia untuk meraih medali emas. Dalam cabang tersebut Indonesia mengirimkan 22 atlet untuk bertanding di 16 nomor pada Jumat (23/8/2018).

Beberapa nomor sudah menyelesaikan babak perempatfinal. Dilihat dari hasil yang diraih oleh atlet pencak silat Indonesia yang ambil bagian, peluang untuk meraih medali emas memang terbuka lebar. Pasalnya, enam wakil Indonesia berhasil lolos ke semifinal dalam nomor masing-masing.

Keenam wakil Indonesia yang lolos ke semifinal tersebut bahkan menang mudah atas lawan-lawannya. Wewey Wita, andalan Indonesia di Kelas B (50-55kg) putri, berhasil mengalahkan Sure Leungaphichatkun dari Thailand dengan skor 5-0. Kemenangan dengan skor yang sama juga berhasil diraih oleh Iqbal Chandra (Kelas D Putra), Komang Harik (Kelas E Putra), Amri Rusdana (Kelas F Putra), Abdul Malik (Kelas B Putra), Serta Sarah Trial Monita (Kelas C Putri).

Meski sudah menempatkan enam wakilnya di babak semifinal, tim pencak silat Indonesia masih berpeluang menambahkan wakil di babak semifinal. Besok, Sabtu (25/8/18), beberapa nomor masih akan mempertandingkan babak perempat-final. Eko Febrianto akan bertanding di Kelas J Putra dan Kusumah Hadiman akan bertanding di Kelas C Putra.

Jadwal pertandingan semifinal cabang pencak silat akan dilangsungkan pada hari Minggu (26/8/10) mulai pukul 9.30 WIB di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta.

Baca juga artikel terkait ASIAN GAMES 2018 atau tulisan lainnya dari Renalto Setiawan

tirto.id - Olahraga
Penulis: Renalto Setiawan
Editor: Agung DH