Penanganan Covid-19 di PON XX Jadi Acuan Event Besar Berikutnya

Oleh: Fitra Firdaus - 20 Oktober 2021
Dibaca Normal 2 menit
Penanganan Covid-19 selama PON XX Papua 2021 dijadikan dasar untuk event skala besar. Penanganan dilakukan 3 tahap: pra-acara, saat acara, dan usai acara.
tirto.id - Kelebihan dan kekurangan kinerja penanganan Covid-19 selama Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 akan dievaluasi dan dijadikan dasar untuk event-event berskala besar. Sepanjang PON 2021, tercatat ada 176 kasus terkonfirmasi Covid-19 dengan catatan tidak ada lonjakan kasus.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menyebutkan, hingga 17 Oktober 2021, total ada 176 kasus terkonfirmasi sepanjang PON XX. Rinciannya adalah dari 97 atlet, 49 ofisial, 7 pelatih, dan 10 wasit yang mayoritas sudah sembuh. Kasus lain juga datang dari awak media, panitia, hakim, dan sekuriti. Positivity rate Covid-19 di PON XX mencapai 1,13%.

"Saat ini, lebih dari 60% telah dikarantina selama 5 hari. Sisanya akan dipantau, terutama mereka yang dikarantina di daerah tersebut," papar Wiku dalam International Media Briefing pada Selasa (19/10/2021) di Graha BNPB yang tayang di kanal YouTube BNPB Indonesia.

PON XX menjadi salah satu event besar pertama yang diselenggarakan di Indonesia dalam situasi pandemi Covid-19. Setelah ini, pada 12-14 November 2021 akan digelar balapan ke-7 dan 8 Asia Talent Cup di Sirkut Mandalika. Berselang seminggu, pada 20-21 November 2021, akan ada race World Superbike (WSBK) yang juga digelar di Mandalika.

Menurut Wiku, kinerja penanganan Covid-19 selama PON XX akan jadi acuan untuk event-event berikutnya. Tujuannya adalah meminimalisasi potensi penularan Covid-19 saat pandemi. Penekanan utama adalah dalam urusan perencanaan yang mesti matang.

"Hasil evaluasi ini dapat digunakan tidak terbatas pada penyelenggaraan event olahraga, tetapi event-event lain yang melibatkan banyak orang. Untuk memastikan kegiatan tersebut dapat berjalan dengan lancar dan aman meskipun di tengah pandemi COVID-19," terang Wiku.

Laman resmi Satgas Penanganan Covid-19 menyebutkan, terdapat 3 tahap upaya yang dilakukan terkait PON XX Papua 2021, yaitu upaya pra-acara, upaya selama acara, dan penanganan Covid-19 setelah acara.

Langkah-langkah pra-acara PON XX Papua 2021 adalah sebagai berikut.

  • Rapat koordinasi pemerintah pusat, baik Satgas maupun Kementerian/Lembaga terkait kelayakan wilayah penyelenggaraan event. Ini mencakup kondisi kasus, cakupan vaksinasi, dan kesiapan umum sarana dan prasarana.
  • Rapat koordinasi dengan pemerintah daerah memastikan kesiapan dan komitmen pemerintah daerah menggelar acara besar dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.
  • Pembentukan Satgas Protokol Kesehatan 3M untuk rangkaian acara.
  • Memantau kesiapan teknis protokol kesehatan oleh tim pendamping dari Satgas COVID-19 pusat yang diterjunkan langsung ke daerah.

Langkah-langkah selama event PON XX Papua 2021 adalah sebagai berikut.

  • Memantau kepatuhan peserta event terhadap protokol kesehatan.
  • Pemantauan kasus positif di wilayah pelaksanaan event dengan data yang tercatat oleh dinas kesehatan dan surveilans rutin khususnya bagi peserta acara.
  • Jika muncul kasus positif Covid-19, tindakan penanganan dilakukan secara segera dengan kesigapan rujukan untuk isolasi atau pengobatan, penelusuran kontak erat, dan penyelidikan epidemiologi untuk mengetahui sumber pola penyebarannya.
  • - Memantau peserta yang telah menyelesaikan aktivitasnya di tengah event dan saat pulang dari event. Kontingen PON XX wajib melakukan tes ulang setelah tiba di daerah asal mereka, dan melakukan karantina selama 5 hari dengan biaya yang berasal dari Satgas penanganan Covid-19 atau Pemda setempat. Jika hasil tes pertama negatif, maka perlu diikuti dengan tes PCR ulang pada hari keempat karantina. Sebaliknya, jika salah satu hasil tes, entah itu yang pertama atau kedua, ternyata positif, maka atlet mest menjalani isolasi/perawatan di rumah sakit rujukan COVID-19 terdekat.

Sementara itu, langkah usai acara PON XX Papua 2021 adalah evaluasi pelaksanaan kebijakan kegiatan utama. Beberapa hal yang jadi bahan evaluasi misalnya, kewajiban PCR rutin sebelum tiap lomba/pertandingan dan keberangkatan, kewajiban tersedianya fasilitas karantina khusus untuk kontak dekat, juga evaluasi kepadatan akomodasi dan perilaku di luar acara utama.

Banner BNPB Info Lengkap Seputar Covid19
Banner BNPB. tirto.id/Fuad

Baca juga artikel terkait KAMPANYE COVID-19 atau tulisan menarik lainnya Fitra Firdaus
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Fitra Firdaus
Penyelia: Iswara N Raditya
DarkLight