Menuju konten utama

Pemkot Jaksel Ajak Warga Terapkan 3M Plus untuk Tekan Kasus DBD

Warga Jakarta Selatan diminta menerapkan penyebaran nyamuk aedes aegypti yang menyebabkan demam berdarah dengue (DBD).

Pemkot Jaksel Ajak Warga Terapkan 3M Plus untuk Tekan Kasus DBD
Petugas PMI Kota Tangerang melakukan pengasapan (fogging) di Pinang, Kota Tangerang, Banten, Rabu (19/2/2020).. ANTARA FOTO/Fauzan/hp.

tirto.id - Pemerintah Kota Jakarta Selatan, mengajak warga untuk menerapkan gerakan 3 M Plus yaitu menguras, menutup, mendaur ulang plus kegiatan lain yang mencegah perkembangbiakan dan gigitan nyamuk aedes aegypti di berbagai tatanan. Dia juga menuturkan, penanganan kasus DBD membutuhkan peran aktif masyarakat di lingkungan, untuk memberantas sarang dan jentik nyamuk.

"Kami melibatkan masyarakat di berbagai tatanan, serta penguatan koordinasi dengan lintas sektor untuk menekan DBD," kata Kepala Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jaksel, Yudi Dimyati, dikutip dari Antara, Selasa (26/3/2024).

"Selain itu kami juga melakukan penguatan surveilans dan penyelidikan epidemiologi kasus, serta fogging jika hasil PE positif," tambah Yudi.

Untuk diketahui, Jakarta Selatan menjadi penyumbang kasus DBD terbanyak di DKI Jakarta dengan jumlah 221 kasus.

Kemudian, Jakarta Barat 219 kasus, Jakarta Timur 114 kasus, Jakarta Utara 75 kasus, Jakarta Pusat 50 kasus, dan Kepulauan Seribu 2 kasus.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta memprediksi kasus DBD di Jakarta masih akan terus mengalami kenaikan hingga Mei 2024 akibat kondisi iklim.

"Masih sesuai dengan prediksi kita, memang masih meningkat. Kita perkirakan sampai Mei, kalau lihat iklim. Kan kita punya 'DBD clean' untuk memperkirakan status berdasarkan iklim. Jadi, diperkirakan masih akan naik sampai dengan Mei," jelas Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Ani Ruspitawati.

Baca juga artikel terkait DBD

tirto.id - Flash news
Sumber: Antara
Editor: Intan Umbari Prihatin