Menuju konten utama

Pemkab Bone Bolango Gelar Razia Sianida Ilegal

Pemkab Bone Bolango Gelar Razia Sianida Ilegal

tirto.id -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone Bolango, Provinsi Gorontalo akan kembali melakukan razia sianida ilegal yang marak beredar dan sering dimanfaatkan para penambang emas.

"Dalam waktu dekat ini akan melakukan razia bersama kepolisian dan instansi terkait, karena disinyalir di Bone Bolango ada peredaran secara bebas zat berbahaya sianida yang tidak berizin itu," kata Asisten Bidang Pemerintahan dan Hukum Pemkab Bone Bolango, Djamaluddin Wartabone, di Bone Bolango, Rabu (16/3/2016).

Menurut Djamaludin, pihaknya dalam waktu dekat ini akan melakukan identifikasi dan sweeping bekerja sama dengan pihak kepolisian. Hal ini sebagai tindak lanjut dari operasi Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo yang berhasil menemukan sianida ilegal di salah satu gudang beras di Desa Pangi, Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango dalam jumlah yang cukup banyak.

Djamaluddin mengatakan, Pemkab Bone Bolango ingin meminimalisir pemanfaatan dan peredaran zat berbahaya sianida di wilayahnya, karena memiliki dampak bahaya bagi lingkungan. Apalagi sianida yang tidak berizin digunakan masyarakat yang memiliki tambang untuk mengolah emas.

Di Kabupaten Bone Bolango diduga ada dua titik lokasi tambang emas yang dikelola oleh rakyat, yakni di Kecamatan Suwawa Timur dan di Bone Pesisir.

"Ini menjadi perhatian kita semua. Masyarakat yang memiliki tambang emas dan menggunakan zat berbahaya Sianida, apalagi dilakukan secara ilegal harus diawasi instansi pemerintah dan kepolisian,” terang Djamaluddin.

Djamaluddin menegaskan, bagi pengusaha yang memperjual-belikan dan pemilik tambang emas yang menggunakan Sianida untuk mengelola emas di tambang harus memiliki izin.

"Yang tidak berizin, kami minta segera mengurus izinnya karena ini zat berbahaya. Jangan sampai Sianida ini digunakan untuk hal-hal yang tidak benar karena susah dideteksi," tegas Djamaluddin.

Baca juga artikel terkait FINAL RUSIA 2018 atau tulisan lainnya

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Mutaya Saroh