Pemerintah Luncurkan Program Bansos Baru pada Agustus 2020

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 28 Juli 2020
Program bansos kali ini akan menggunakan anggaran cadangan senilai Rp25 triliun dari anggaran perlindungan sosial senilai Rp203,91 triliun dalam belanja penanganan COVID-19.
tirto.id - Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Nathan Kacaribu menyatakan akan ada tambahan bantuan sosial (bansos) baru yang akan digelontorkan pemerintah. Program bansos ini akan menggunakan anggaran cadangan senilai Rp25 triliun dari anggaran perlindungan sosial senilai Rp203,91 triliun dalam belanja penanganan COVID-19.

“Ada pencadangan Rp25 triliun akan digunakan program baru dan harapannya bisa di launch sebelum (pembacaan) nota keuangan [oleh Presiden Joko Widodo] di bulan Agustus 2020,” ucap Febrio dalam diskusi virtual, Selasa (28/7/2020).

Febrio mengatakan saat ini realisasi anggaran perlindungan sosial berada di kisaran 38,31 persen dari total Rp203,91 triliun. Ia bilang pos anggaran ini merupakan salah satu yang realisasinya paling cepat. Realisasi ini masih lebih tinggi lagi jika pemerintah memisahkan anggaran Rp25 triliun yang saat ini diposisikan sebagai cadangan.

“Kalau cadangan dikeluarkan performa ini sebenarnya sudah di atas 40 persen,” ucap Febrio.

Harapannya sampai akhir tahun realisasi anggaran perlindungan sosial ini bisa mencapai 100 persen. Minimal katanya mendekati posisi itu sehingga realisasinya terbilang baik.

Selain itu, pemerintah tengah menyisir program bansos mana yang dinilai tidak cukup efektif bahkan penyalurannya lambat. Nantinya program yang memenuhi kriteria ini akan dirombak sehingga anggaran bansos itu bisa benar dialirkan kepada masyarakat.

“Kalau sudah diketahui segera kami ubah programnya dan diganti dengan program yang kami yakin akan berjalan sehingga uang itu akan mengalir ke masyarakat. Uang yang ada yang disiapkan harus mengalir ke masyarakat,” ucap Febrio.


Baca juga artikel terkait DANA BANSOS atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Bayu Septianto
DarkLight