Menuju konten utama

Pemerintah Bangun Shelter ODHA dengan Nilai Capai Rp1 Miliar

Pemerintah Indonesia dan Jepang membangun shelter bagi Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) sebagai tempat pemulihan setelah perawatan dari rumah sakit di Kabupaten Jayawijaya. Pembangunan shelter ini merupakan proyek bantuan hibah Grassroots Jepang senilai Rp1.166.933.000.

Pemerintah Bangun Shelter ODHA dengan Nilai Capai Rp1 Miliar
(Ilustrasi) Dua orang kaum waria membagikan brosur penanggulangan penyebaran HIV AIDS kepada pengguna jalan di area Simpang Lima Gumul, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Sabtu (21/5) malam. Antara foto/Prasetia Fauzani.

tirto.id - Pemerintah Indonesia dan Jepang membangun shelter bagi Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) sebagai tempat pemulihan setelah perawatan dari rumah sakit di Kabupaten Jayawijaya. Pembangunan shelter ini merupakan proyek bantuan hibah Grassroots Jepang senilai Rp1.166.933.000.

"Proyek pembangunan shelter ini juga telah ditandatangani oleh Pemerintah Jepang dan Yayasan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Papua pada Maret 2016," kata Kentaro Abe, Third Secretary Kedutaan Besar Jepang, dalam siaran pers Rabu, (30/11/2016) seperti dikutip dari Antara.

Menurut Kentaro, shelter tersebut memainkan peran penting dalam mendukung pasien yang terinfeksi HIV, sebagai tempat pemulihan setelah perawatan di rumah sakit, sampai gejala penyakit membaik serta menjadi fasilitas untuk penyuluhan mengenai penyakit menular infeksi termasuk HIV/AIDS.

"Selama ini Yayasan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Papua menyewa rumah dan menggunakannya sebagai shelter, namun, rumah tersebut tidak cocok untuk digunakan sebagai shelter dari sisi desainnya, dan tidak dapat menjawab permintaan dari rumah sakit untuk menerima pasien secara maksimal karena keterbatasan fasilitas di rumah sakit," ujarnya.

Dia menjelaskan oleh karena itu, telah dibangun shelter yang memiliki empat kamar, aula, ruang konseling, dapur dan ruangan untuk mencuci, dengan tujuan melakukan perawatan bagi lebih banyak pasien yang hidup dengan HIV/AIDS secara efisien.

"Melalui kerja sama tersebut, diharapkan lebih banyak pasien yang hidup dengan HIV dan AIDS di Kabupaten Jayawijaya mendapatkan perawatan yang tepat, dan bermanfaat bagi kawasan sekitarnya melalui penyuluhan terhadap orang yang terinfeksi pasien dan keluarganya," katanya lagi.

Acara serah terima ini dihadiri oleh Mari Takada, Minister Kedutaan Besar Jepang di Indonesia sebagai wakil dari pihak Jepang, serta Yohanies Walilo, Sekretaris Daerah Kabupaten Jayawijaya dan Tahi Ganyang Butarbutar, Direktur Eksekutif Yayasan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Papua sebagai wakil dari pihak Indonesia.

Baca juga artikel terkait HIV atau tulisan lainnya dari Mutaya Saroh

tirto.id - Kesehatan
Reporter: Mutaya Saroh
Penulis: Mutaya Saroh
Editor: Mutaya Saroh