Pelatnas PBSI Tetap Gelar Latihan Demi Jaga Performa Atlet

Oleh: Oryza Aditama - 9 April 2020
Dibaca Normal 1 menit
Sementara ini, Pelatnas PBSI hanya menggelar latihan dengan porsi 40-50 persen dari ukuran normal demi menjaga para atlet.
tirto.id - Pelatnas PBSI di Cipayung, Jakarta Timur, tetap menggelar kegiatan latihan demi menjaga performa para atlet badminton yang mengikuti program ini. Namun, latihan itu tidak seperti di masa normal.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Susi Susanti menyebutkan porsi latihan tidak diberikan secara penuh, mengingat situasi yang belum kondusif akibat pandemi virus Corona (COVID-19).

Susi menjelaskan kegiatan latihan yang dilakukan para atlet Pelatnas Cipayung hanya bertujuan untuk menjaga kebugaran, performa, serta tingkat akurasi saja. Dia menegaskan faktor kesehatan atlet tetap menjadi prioritas utama.

"Latihan sekarang ini tetap ada, mencakup teknik dan fisik, tapi hanya untuk jaga performa, stroke akurasi. Porsi latihannya sekitar 40-50 persen saja," kata Susi, seperti dilansir laman PBSI, Kamis (9/4/2020).

"Yang terpenting saat ini [tetap] menjaga kesehatan atlet, jadi menyesuaikan dengan kondisi atlet, program sesuai arahan pelatih masing-masing sektor," tambah dia.

Mantan atlet tunggal putri Indonesia yang pernah menyabet medali emas Olimpiade 1992 tersebut mengungkapkan kegiatan pelatnas Cipayung baru akan berjalan penuh selepas lebaran, dengan harapan kondisi saat itu sudah normal dan pandemi corona mereda.

Hal tersebut juga untuk mengantisipasi asumsi turnamen internasional akan kembali dibuka pada bulan Agustus. Mengingat keputusan resmi penghentian turnamen oleh Federasi Badminton Dunia (BWF) hanya sebatas sampai bulan Juli.

"Program latihan normal akan berjalan setelah lebaran, semoga situasinya juga sudah normal kembali," lanjut Susi.

Dia pun mengimbau para atlet muda tetap disiplin dalam mengikuti seluruh kegiatan latihan demi menjaga performa mereka yang belum cukup konsisten.

"Atlet muda memang harus tetap latihan stroke dan akurasi, karena di bagian ini mereka masih belum matang, sehingga mereka harus lebih konsisten latihan, agar feel akurasi dan stroke-nya tidak hilang setelah lama absen turnamen dan latihan intensif," ujar Susi.

Sedangkan bagi pemain utama yang diproyeksikan turun di ajang Olimpiade Tokyo tahun depan, Susi berpesan agar mereka pandai menjaga kondisi di tengah persiapan yang lebih panjang.

PBSI saat ini juga sedang mengatur ulang program latihan agar para pemain tersebut mencapai puncak performa saat tampil di Olimpiade.

"Perubahan jadwal Olimpiade tentu ada dampaknya buat atlet, mereka harus mempersiapkan diri lebih lama, kondisi tubuh harus dijaga, performa nanti ditingkatkan lagi dan diatur ulang sehingga puncaknya bisa dicapai di Olimpiade," tambah Susi.

PBSI telah memutuskan untuk melanjutkan kegiatan Pelatnas Cipayung di tengah pandemi corona. Kegiatan latihan di Pelatnas Cipayung akan berlanjut disertai ketentuan khusus, sesuai protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah.

Sekjen PBSI Achmad Budiharto menyatakan hasil kajian organisasinya menyimpulkan pada atlet akan lebih aman dan terjaga kesehatannya jika tetap berada di lingkungan lokasi pelatnas.

"Pada dasarnya kesehatan dan keselamatan atlet adalah yang utama. Pelatnas merupakan area karantina tertutup, kami akan tetap menjalankan ketentuan kesehatan dari pemerintah seperti physical distancing," kata Budiharto pada Rabu kemarin (8/4/2020).

PBSI berencana melanjutkan program Pelatnas atlet badminton dalam dua tahap. Tahap pertama dijadwalkan pada 13 April hingga akhir Mei 2020.

Di tahap ini, latihan akan dijalankan dengan porsi 40 persen dari program normal. Target latihan di tahap pertama ini adalah menjaga kebugaran para atlet.

Kemudian, Pelatnas tahap kedua akan berlanjut mulai tanggal 2 Juni 2020. Di tahap ini, program latihan akan kembali normal dan dilaksanakan intensif untuk meningkatkan performa para atlet.


Baca juga artikel terkait PELATNAS PBSI atau tulisan menarik lainnya Oryza Aditama
(tirto.id - Olahraga)

Kontributor: Oryza Aditama
Penulis: Oryza Aditama
Editor: Addi M Idhom
DarkLight