tirto.id - Rekor pendakian Gunung Everest kembali terjadi pada Rabu (20/5/2026) lalu. Sebanyak 274 pendaki berhasil tiba di puncak gunung tersebut dalam kurun waktu satu hari. Ini adalah jumlah pendaki terbanyak yang mencapai puncak dari sisi selatan gunung dalam waktu tidak lebih 24 jam.
Menurut Sekretaris Jenderal Asosiasi Operator Ekspedisi Nepal Rishi Bhandari, jumlah ini telah melampaui rekor sebelumnya, yakni 223 pendaki pada Mei 2019 lalu. Dinukil dari CNN, Bhandari menyebut bahwa cuaca yang bersahabat dan banyaknya jumlah pendaki di area tunggu membuat rekor terbaru ini bisa terjadi.
Sementara itu, melansir BBC, pejabat departemen pariwisata, Khimlal Gautam, menyebut pendakian pada Rabu itu dimulai pada pukul 03.00 waktu setempat. Sebanyak 274 orang kemudian melakukan pendakian yang berlangsung selama 11 jam.
Rekor ini juga terjadi seiring penutupan akses pendakian di Everest dari sisi Tibet. Otoritas Cina tahun ini tidak meloloskan izin mendaki Everest dari jalur itu. Hal ini membuat proses pendakian Everest tahun ini berfokus di jalur via Nepal.
Jumlah Pendaki Everest Makin Banyak
Tercapainya rekor ini juga menandai kepadatan volume pendaki di Everest yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Reuters melaporkan, Nepal sejauh ini telah mengeluarkan 494 izin pendakian Everest pada 2026. Setiap perizinan harus ditebus dengan biaya administrasi USD15.000 atau Rp250 juta.
Foto-foto yang beredar di media sosial sepekan terakhir menunjukkan barisan panjang pendaki gunung sedang melintasi lereng bersalju di “zona kematian”, bagian gunung yang berada di ketinggian 8.000 meter di atas permukaan laut.
Para ahli pendakian gunung sudah beberapa kali mengkritik Nepal karena mengizinkan sejumlah besar pendaki dalam waktu bersamaan. Hal itu terkadang membuat kemacetan di zona kematian karena para pendaki tak bisa bergerak maju di area setinggi 8.000 mdpl itu.
Para ahli menyampaikan risiko keselamatan para pendaki. Pendaki yang melaluinya disarankan mempersiapkan oksigen tambahan untuk bernapas. Kadar oksigen alami di kawasan itu tergolong rendah karena tingginya lokasi zona kematian. Para ahli juga menyarankan pendaki sebaiknya tak berada di sana selama lebih dari 20 jam.
Peningkatan jumlah pendaki di Everest terjadi seiring meningkatnya tren pariwisata ke gunung tertinggi di dunia itu. Peningkatan ini juga terus terjadi meskipun harga perjalanan ke Everest kini makin mahal.
Sebelum September 2025, harga yang diperlukan untuk mendapatkan izin pendakian adalah senilai USD11.000 atau sekitar Rp194 juta. Namun, harga ini naik jadi sekitar Rp250 juta setelah September 2025. Biaya itu perlu dikeluarkan para pendaki di luar biaya perjalanan dari tempat asal dan akomodasi selama berada di sana.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id

































