Pangdam Cenderawasih Minta Maaf atas Penembakan Dua Warga Papua

Oleh: Gilang Ramadhan - 17 April 2020
Dibaca Normal 1 menit
Eden dan Roni diduga ditembak anggota TNI karena dianggap bagian dari pejuang kemerdekaan Papua.
tirto.id - Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab meminta maaf kepada keluarga korban penembakan oleh anggota TNI di Mile 34, area PT Freeport Indonesia pada Senin (13/4/2020). Penembakan itu menewaskan dua warga yaitu Eden Armando Bebari (19) dan Roni Wandik (23).

"Saya mohon maaf atas situasi yang terjadi ini," kata Herman di Timika, Rabu (16/4/2020).

Eden dan Roni diduga dibunuh anggota TNI karena dituduh bagian dari pejuang kemerdekaan Papua, Senin (13/4/2020) petang. Padahal kedua pemuda itu tengah mencari ikan dengan cara menyelam, dalam bahasa setempat disebut molo. Mereka membawa tombak atau panah untuk mencari buruannya.

Kedua korban diduga, ditembak aparat TNI Satgas YR 712 dan YR 900 saat melakukan operasi penindakan terhadap, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Mile 34, area PTFI.

Herman memastikan kasus tersebut akan diselidiki hingga tuntas oleh tim investigasi.

"Untuk menyatakan apakah perbuatan anggota kami benar atau salah, nanti kita lihat hasil investigasi seperti apa. Akan ada penyelidikan lebih lanjut sampai dengan pemeriksaan secara hukum," kata jenderal bintang dua itu.

Kedua korban telah dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jile Yale Kwamki Lama, Distrik Kwamki Narama pada Rabu siang.

Herman menyebut lokasi di mana terjadi penembakan terhadap kedua pemuda yakni di sungai Mile 34 area PTFI merupakan area tertutup untuk aktivitas masyarakat umum.

"Wilayah di mana terjadi peristiwa itu memang sudah dilarang untuk dimasuki oleh siapapun. Tapi karena ada pelanggaran wilayah maka terjadilah masalah seperti ini," ujar Herman.

Kepala Kepolisian Daerah Papua Irjen Polisi Paulus Waterpauw juga menyebut area tersebut tertutup untuk kegiatan masyarakat.

Waterpauw mengimbau masyarakat di wilayah Kabupaten Mimika agar tidak memasuki area PT Freeport Indonesia terutama di sekitar Kota Kuala Kencana yang dalam beberapa waktu terakhir menjadi sasaran teror penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Ditemui wartawan di Timika, Rabu (16/4/2020), Waterpauw menyebut kawasan sekitar Kuala Kencana itu kini sudah dikuasai penuh oleh aparat keamanan.

"Wilayah itu sudah kami kuasai dari kelompok yang kemarin sempat masuk sampai di OB (Office Building) I Kuala Kencana," kata Irjen Waterpauw.

Waterpauw mengklaim keluarga korban sudah ikhlas menerima kejadian penembakan oleh anggota TNI.

"Pada prinsipnya mereka cukup memahami karena sebelumnya sudah ada imbauan-imbauan dari beberapa tokoh dan kepala suku di Kwamki Lama dan sekitarnya bahwa KKB yang berhadapan dengan kami aparat keamanan sudah menyampaikan wilayah perang itu mulai dari Tembagapura sampai di Kota Timika, terutama di Kuala Kencana," kata Irjen Waterpauw.

Dengan kondisi dimana kawasan hutan sekitar Kuala Kencana pernah dimasuki KKB, kata Waterpauw hal itu menyulitkan aparat untuk bisa membedakan mana anggota KKB dan mana masyarakat biasa.

Kapolda berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali di kemudian hari.

"Tentu penyelidikan terhadap kejadian ini tetap dilakukan untuk mengetahui kondisi yang sesungguhnya terjadi, apakah kehadiran anak-anak ini di kali Mile 34 itu sekedar untuk mencari ikan atau bagaimana," kata Waterpauw.


Baca juga artikel terkait PENEMBAKAN DI PAPUA atau tulisan menarik lainnya Gilang Ramadhan
(tirto.id - Hukum)

Sumber: Antara
Penulis: Gilang Ramadhan
Editor: Dieqy Hasbi Widhana
DarkLight