STOP PRESS! Diduga Terlibat Plagiasi, Rektor UNJ Diberhentikan Sementara

Palestina Kecam Larangan Salat di Masjid Al-Aqsa oleh Israel

Palestina Kecam Larangan Salat di Masjid Al-Aqsa oleh Israel
Warga berbuka puasa bersama di depan Masjid Al Aqsa di Kota Lama Yerusalem (Yerusalem Timur), Palestina, Selasa (20/6). ANTARA FOTO/HO/Nico Adam
17 Juli, 2017 dibaca normal 1 menit
Palestina pun mendesak masyarakat internasional dan Dunia Arab serta Islam untuk secepatnya memikul tanggung-jawab guna menyelamatkan Mesjid Al-Aqsa.
tirto.id - Kementerian Urusan Luar Negeri Palestina dalam satu pernyataannya mengecam keras tindakan Israel terhadap Masjid Al-Aqsa. Sebelumnya, Israel menutup Masjid Al-Aqsa dan melarang orang salat Jumat setelah serangan di dekatnya sehingga menewaskan tiga orang Palestina dan dua polisi Yahudi.

Palestina pun mendesak masyarakat internasional dan Dunia Arab serta Islam untuk secepatnya memikul tanggung-jawab guna menyelamatkan Mesjid Al-Aqsa, demikian laporan media setempat, Minggu (16/7/2017).

Kementerian itu menegaskan agar pemerintah Israel, yang dipimpin Benjamin Netanyahu, memikul tanggung-jawab penuh dan langsung atas perbuatan agresifnya, tindakan tidak sah dan pelanggaran nyata atas status Masjid Al-Aqsa sejak 1967.

Ditambahkan, seperti dilansir Antara, reaksi masyarakat internasional belum hidup sampai ke tingkat yang diperlukan dan tidak cukup untuk menekan penguasa pendudukan agar segera menghentikan agresi yang mereka lakukan.

Sementara itu dalam kejadian lain, Israel di bawah kehadiran banyak polisi membuka kembali lokasi suci di Jerusalem pada Minggu, setelah melakukan tindakan yang tidak biasa, yaitu menutupnya setelah penembakan mematikan, kata polisi.

Wanita Juru Bicara Polisi, Luba Samri, mengatakan, "Sebanyak 200 orang muslim yang mau beribadah memasuki tempat tersebut selama 30 menit pertama dan orang terus masuk."

Anggota Waqaf, penjaga tempat suci itu, menolak pemeriksaan baru keamanan di tempat tersebut, kata Samri.

Sebelumnya, pada Sabtu (15/7/2017), Israel mengumumkan kompleks itu akan dibuka lagi setelah polisi memperkuat langkah pengamanan di sana, termasuk pemasangan alat baru pendeteksi logam dan CCTV --yang dipasang di pojok dan mencakup seluruh kompleks tersebut.

Samri mengatakan sebagai langkah pertama, hanya warga Jerusalem, termasuk Jerusalem Timur, akan diizinkan masuk. Ia menyatakan pintu masuk saat ini diperkenankan hanya melalui Pintu Gerbang Domba --tempat alat pendeteksi logam sudah dipasang. Gerbang lain diperkirakan akan dibuka, ia menambahkan.

Pada Jumat pagi, tiga warga Arab Palestina di Israel melepaskan tembakan di dekat gerbang kompleks tersebut, dan menewaskan dua polisi Yahudi. Pria bersenjata itu selanjutnya ditembak dan tewas oleh polisi.

Kompleks Mesjid Al-Aqsa, yang suci buat umat Islam dan Yahudi, adalah satu lokasi paling sensitif di wilayah itu. Tempat panas itu adalah tempat suci buat umat Islam – yang menyebutnya Al-Haram Asy-Syarif – dan umat Yahudi, yang menyebutnya Bukit Kenisah alias Bukit Bait Suci.

Baca juga artikel terkait KONFLIK PALESTINA ISRAEL atau tulisan menarik lainnya Yuliana Ratnasari
(tirto.id - rat/rat)

Keyword