Menuju konten utama

OPEC Sepakat Pangkas Produksi Minyak 1,2 Juta Barel Per Hari

Negara produsen minyak yang tergabung dalam OPEC sepakat melakukan pemangkasan produksi minyak sebesar 1,2 juta barel per hari. Kesepakatan pemotongan produksi minyak efektif mulai 1 Januari 2017.

OPEC Sepakat Pangkas Produksi Minyak 1,2 Juta Barel Per Hari
Bendera Negara-negara OPEC [Foto/Shutterstock]

tirto.id - Pemangkasan produksi minyak telah disepakati Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) pada Rabu (30/11/2016) waktu setempat sebesar 1,2 juta barel per hari (bph). Dengan begitu, ditetapkan pula pagu produksi minyak pada angka 32,5 juta (bph).

Pengurangan produksi ini berlaku mulai 1 Januari 2017, merupakan pemotongan produksi minyak pertama kartel sejak 2008. Pengurangan ini sedang dikoordinasikan dengan negara produsen non-OPEC, Rusia, yang berjanji akan memangkas produksinya 300.000 barel per hari.

“Kesepakatan itu dicapai dengan suara bulat kecuali untuk Indonesia, yang kini telah ditangguhkan keanggotaannya dari kartel,” papar Menteri Energi Qatar Mohammed Al-Sada, Presiden OPEC sebagaimana dilansir dari Antara, Kamis (1/12/2016).

Menurut data yang ditawarkan oleh OPEC, Arab Saudi sebagai produsen minyak terbesar mengambil bagian paling besar pula dari pengurangan, yakni 486.000 barel per hari.

Sementara itu, Iran diizinkan untuk memproduksi 3.79 juta barel per hari, sebuah angka moderat yang tampaknya konsisten dengan posisinya yang bersikeras untuk dibebaskan dari pengurangan minyak, mengatakan bahwa negara itu perlu memulihkan produksi minyaknya setelah pencabutan sanksi Barat.

Irak, yang diklaim dibebaskan dari pengurangan karena memerangi ekstremis, juga bergabung dengan memangkas produksi minyak 210.000 barel per hari.

Dengan hasil tersebut, Arab Saudi, produsen terbesar dan pemimpin de facto kartel tampak membuat kompromi dan mengambil bagian terbesar dalam pengurangan produksi minyak.

Produksi minyak mentah OPEC naik ke rekor 33,83 juta barel per hari pada Oktober, sekitar sepertiga dari produksi minyak dunia, menurut Badan Energi Internasional (IEA), dan produksi dari 14 negara anggota kelompok itu telah naik selama lima bulan berjalan. Pada Oktober, pasokan OPEC mencapai hampir 1,3 juta barel per hari di atas tahun lalu.

IEA yakin bahwa jika negara-negara OPEC melaksanakan resolusi Aljir mereka, sebagai akibat pemotongan produksi kita akan melihat pasar bergerak dari surplus ke defisit yang sangat cepat pada 2017.

Negara-negara anggota OPEC telah bertemu di Aljir, ibu kota Aljazair, dan organisasi mengumumkan akan mengkaji bagaimana mengatur plafon produksi antara 32,5 juta barel per hari hingga 33,0 juta barel per hari.

Penurunan produksi minyak yang dijanjikan OPEC dan produsen non-OPEC akan lebih dari 1,5 juta barel per hari. Namun, tidak jelas apakah produsen non-OPEC lain, selain Rusia, akan dapat bergabung dengan pengurangan produksi minyak.

Keputusan OPEC diikuti oleh melompatnya harga minyak pada Rabu, namun analis masih meragukan apakah pemangkasan produksi tersebut bisa menyelamatkan pasar minyak.

John Hall Fei, ketua Alfa Energi mengatakan kesepakatan pengurangan bisa "menyelamatkan OPEC", tetapi akan membawa minyak serpih (shale oil) kembali, mencatat perusahaan-perusahaan minyak serpih AS senang dengan kesimpulan ini dan akan meningkatkan rig sesegera mungkin.

Baca juga artikel terkait OPEC MENURUNKAN PRODUKSI MINYAK atau tulisan lainnya dari Yuliana Ratnasari

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Yuliana Ratnasari
Penulis: Yuliana Ratnasari
Editor: Yuliana Ratnasari