One Piece 934: Rahasia Kakek Hyo & Peta Negeri Wano

Oleh: Fitra Firdaus, Nurcholis Maarif - 25 Februari 2019
Dibaca Normal 2 menit
One Piece Chapter 934, "Hana no Hyogoro" mengungkapkan bahwa Kakek Hyo yang ditolong Luffy di penjara ternyata 20 tahun lalu adalah seorang bos yakuza paling terkenal di Negeri Wano.
tirto.id - One Piece Chapter 934, "Hana no Hyogoro" yang dirilis Senin (25/2/2019) mengungkapkan bahwa Kakek Hyo yang ditolong Luffy di penjara ternyata 20 tahun lalu adalah seorang bos yakuza paling terkenal di Negeri Wano. Di chapter ini, aliansi Kelompok Topi Jerami, Klan Kozuki, dan Suku Mink kembali mengatur siasat sebelum pertempuran puncak di Onigashima.

Rencana aliansi adalah menyerang Onigashima yang menjadi pusat kekuasaan Kaido pada malam festival kembang api. Masih ada 8 hari tersisa sebelum itu. Kondisi aliansi sendiri masih terpecah-pecah. Chopper dan kawan-kawan berangkat bersama Big Mom yang masih hilang ingatan ke Udon. Sementara itu, Luffy belum juga membebaskan diri dari penjara tersebut.

Chapter 934 sendiri menjadi jeda setelah dalam dua chapter sebelumnya, aliansi menyusup ke Istana Orochi. Meskipun dalam chapter ini tidak ada pertarungan khusus, berbagai informasi dimunculkan, termasuk sedikit perpecahan yang terjadi di Bajak Laut Big Mom yang kehilangan sang yonko.

Anggota Bajak Laut Big Mom Bersembunyi
Di awal Chapter 934, anggota bajak laut Big Mom diperlihatkan tengah berada di kapal Queen Mama Chanter yang dikelilingi tebing-tebing tinggi. Mereka ada di laut perbatasan Negeri Wano. Anak-anak Big Mom membahas kemungkinan ibu mereka sudah tewas atau ditahan oleh Kaido.

Mont d’Or mengatakan kembali tentang Big Mom yang pernah satu kapal bajak laut dengan Kaido. Hal ini membuka kemungkinan, Charlotte Linln dan Kaido memang pernah ada di bawah naungan Bajak Laut Rocks, yang pernah diceritakan oleh Garp pada Chapter 907.

Hingga kini belum diketahui apakah Rocks adalah nama orang atau bajak laut. Satu yang pasti, bajak laut ini berkuasa 40 tahun lalu sebelum era sang Raja Bajak Laut, Gol D. Roger.

Anak-anak Big Mom terpecah ke dalam tiga kubu terkait posisi mereka setelah kehilangan Big Mom. Charlotte Perospero sebagai anak tertua, ingin bajak laut tersebut berubah nama menjadi Bajak Laut Perospero sesuai hierarki darah.

Namun, Charlotte Daifuku menekankan, yang harus menjadi dasar adalah kekuatan. Dalam hal ini, ia memilih Charlotte Katakuri, salah satu Komandan Manis yang dikalahkan Luffy. Katakuri memiliki nilai buruan tertinggi di antara anggota keluarga Big Mom, dengan 1,057 miliar Belly. Namun, ia sendiri masih dalam pemulihan dan tidak ikut dalam ekspedisi ke Wano.

Pihak ketiga, Charlotte Smoothie, salah satu Komandan Manis. Ia menegaskan, Big Mom tidak akan mudah tertangkap atau mati oleh Kaido. Ia yakin sang ibu akan kembali ke kapal, dan dengan demikian, pembicaraan suksesi ini hanyalah omong kosong.

Peta Negeri Wano

Di tengah-tengah terdapat Ibukota Bunga. Kemudian, wilayah tersebut dikelilingi oleh Kuri, Kibi, Ringo, Hakumai, dan Udon. Kelompok aliansi yang dipimpin Chopper dan Momonosuke bergerak dari Kuri menuju Udon, tempat Luffy dipenjara. Sementara itu, Onigashima, wilayah pusat Kaido, adalah pulau yang berdiri sendiri, tidak ada di pulau utama Negeri Wano.

Dalam perjalanan ke Udon, saat Momonosuke menebaskan pedang kayu sambil mengatakan “snatch”, O-Kiko memperingatkan agar tak mengatakan kata itu lagi. Momonosuke mengatakan kata tersebut banyak digunakan ahli pedang luar Wano termasuk Zoro sedangkan menurut O-Kiku kata tersebut tidak pantas diucapkan Momonosuke.

Alasannya tidak diketahui, tetapi mungkin kata tersebut cenderung kasar, dan disebut O-Kiku, ada teriakan yang mirip dengan teriakan "snatch" dalam dialek lama Kuri. Layak menimbulkan pertanyaan, apakah ini hanya sebatas kebetulan? Ataukah ini pertanda ada hubungan antara Zoro atau Kuina dan Koushirou, master Isshin Dojo, dengan Negeri Wano?



Mereka yang Selamat dari Kekacauan di Istana

Robin, Nami, Brook, dan Shinobi berhasil kabur dari kerusuhan di Istana Orochi dan bersembunyi di pemakaman utara di Ringo bersama Kanjuro. Di sinilah Robin mengungkapkan berbagai informasi penting yang didapatkan dari Istana Orochi, seperti detail acara di festival kembang api di Onigashima.

Brook mengatakan telah menemukan poneglyph di ruang bawah kastil, namun bukan red poneglyph yang selama ini dicari oleh Robin. Hal ini membenarkan dugaan Robin bahwa poneglyph yang menjadi salah satu penunjuk arah ke Raftel itu disimpan Kaido di Pulau Onigashima.

Kabar Kematian Komurasaki dan Sanji Mengalahkan Page One

Sanji, Law, Usopp, dan Franky sedang mengobrol tentang kabar dari koran di Kota Ebisu. Kehadiran Sanji menjadi bukti bahwa ia telah mengalahkan Page One. Jika melihat kondisi Sanji yang bugar, tanpa luka, ia berarti menaklukkan Page One dengan mudah.

Law memberi tahu mereka dari koran yang ia baca bahwa Komurasaki dikabarkan telah meninggal ditebas oleh Kyoshiro. Ada informasi lain bahwa Eustass Kid sudah kabur dari penjara dengan borgol laut. Kid kemungkinan ada di kota Ebisu, mengingat Basil Hawkins di sana pula. Kid sebelumnya beraliansi dengan Hawkins dan Scratchmen Apoo. Nama terakhir kini menjadi anak buah Kaido.



Hyougoro Sang Bunga, Mantan Pemimpin Yakuza Sebelum Kyoshiro


Hyougoro yang menjadi judul chapter ini ternyata adalah Kakek Hyo. Ia dahulunya pemimpin Yakuza di Wano sebelum Kyoshiro. Hyougoro sekarang tak berdaya di penjara Udon. Namun jiwa samurainya masih hidup dan menyala-nyala.

Sikap samurai Hyougoro masih terlihat saat dipaksa para gifters memberitahukan siapa yang memberikan kupon kibidango yang banyak kepadanya. Hyougoro tidak memberitahu dengan mempertaruhkan nyawanya. Hyougoro sepertinya banyak tahu tentang sejarah samurai Wano sebelum dipimpin Orochi dan Kaido.

Ketika Hyo disiksa, Luffy datang menyelamatkannya. Namun, saat itu pula, Queen, salah satu dari Tiga Bencana Kaido, masuk ke penjara. Ada kemungkinan Luffy akan bertarung dengan Queen. Jika hal itu terjadi, dan jika Luffy menang, maka isu kebangkitan Klan Kozuki bakal semakin menggema di Wano.


Baca juga artikel terkait ONE PIECE atau tulisan menarik lainnya Fitra Firdaus & Nurcholis Maarif
(tirto.id - Film)


Penulis: Fitra Firdaus & Nurcholis Maarif
Editor: Fitra Firdaus
Kontributor: Nurcholis Maarif