My Greatest Dishes: Cara Masak Koki Top Dunia & Kisah Hidup Mereka

Oleh: Addi M Idhom - 2 November 2020
Dibaca Normal 4 menit
My Greatest Dishes di Mola TV menampilkan 20 koki kelas dunia yang membagikan kisah dan rahasia 4 hidangan favorit mereka.
tirto.id - My Greatest Dishes merupakan salah satu acara masak dengan tayangan istimewa, dan kini sudah bisa ditonton di Mola TV. Season I My Greatest Dishes menghadirkan 20 koki top kelas dunia yang berbagi cara masak hidangan favorit mereka.

Mereka yang gemar mengolah bahan di dapur, berminat menekuni bisnis kuliner, ataupun berkarier sebagai koki profesional perlu menyaksikan My Greatest Dishes. Sebab, dari acara ini, pemirsa tak hanya menemukan demo memasak ala koki kelas wahid.

Di tiap episode acara My Greatest Dishes, masing-masing dari 20 koki tersebut menunjukkan cara memasak empat hidangan yang memiliki peran istimewa dalam karier maupun kehidupan mereka.

Masing-masing dari empat hidangan yang didemonstrasikan menyimpan kisah khusus. Ada menu yang menjadi favorit para koki sejak masih kecil, hidangan yang membuat mereka memenangkan kompetisi bergengsi, hingga makanan istimewa di balik ketenaran restoran milik masing-masing.


Di sela-sela memasak itulah, para koki menceritakan perjalanan hidup, karier, bisnis, dan juga titik balik yang membuat mereka berhasil menjadi juru masak populer sekaligus kaya raya. Jadi, demo memasak 4 hidangan istimewa tersebut sekaligus membuka "arsip pribadi" di balik kecemerlangan masing-masing koki.

Cara memasak sebagian hidangan dalam My Greatest Dishes mungkin dapat dipraktikkan di rumah para pemirsa, meski resep lainnya bisa jadi hanya mudah dipraktikkan dalam mimpi. Namun, yang jauh lebih menarik adalah cerita perjalanan para koki itu sendiri.

Apalagi, para chef kolektor piala dari berbagai kompetisi masak level dunia tersebut membagikan pula rahasia mereka sukses di dapur dan bisnis industri kuliner.

My Greatest Dishes pertama kali dirilis pada 11 September 2019. Acara memasak garapan Sidney Street Productions tersebut sempat ditayangkan saluran TV kabel Inggris, Food Network, dan kini menjadi salah satu koleksi Mola TV.


Cerita Koki Top Inggris di My Greatest Dishes

Di antara episode menarik My Greatest Dishes di Mola TV menampilkan koki populer asal Inggris, Tom Kerridge. Ia salah satu koki terbaik di Inggris yang dianggap membawa hal baru dalam tradisi makan malam mewah.

Kerridge merupakan penyabet 2 gelar juara (2010 dan 2011) Great British Menu, acara kompetisi memasak populer yang ditayangkan oleh stasiun televisi BBC Two dan BBC One, sejak tahun 2006.

Penayangan Great British Menu masih berlanjut hingga tahun 2020, dan Kerridge sempat menjadi juri di beberapa seri kompetisi untuk para koki terbaik asal Inggris tersebut.

Berada dalam deretan koki kelas atas di Inggris, Kerridge sekaligus memegang 2 Bintang Michelin, penghargaan atas keberhasilannya mengelola Gastropub Hand and Flowers.

Bintang Michelin adalah penghargaan tinggi untuk restoran-restoran terbaik di dunia. Penghargaan tersebut diberikan oleh penerbit Michelin Guide, buku panduan memilih tempat wisata, restoran, hingga hotel berkualitas di berbagai negara.

André Michelin menggagas penerbitan buku panduan yang menjadi favorit para pelancong di dunia ini pada 1900. Sampai sekarang, Michelin Guide masih terus terbit setiap tahun, serta memberikan bintang untuk sejumlah restoran dan hotel terbaik di dunia.


Saat tampil dalam salah satu episode My Greatest Dishes, Kerridge mengaku membuat pertaruhan penting dalam hidup ketika mulai membuka Gastropub Hand and Flowers pada tahun 2005 di Kota Marlow, Buckinghamshire, Inggris.

Namun, keputusan Kerridge itu sekaligus menjadi titik balik yang menentukan keberhasilan karier dan bisnisnya di industri kuliner. Restoran milik Kerridge tersebut menjadi pub pertama di Inggris yang mendapatkan 2 Bintang Michelin. Capain itu diraih 7 tahun setelah Hand and Flowers berdiri.

Rating bintang dua dari Michelin menunjukkan, sebuah restoran menyediakan hidangan berkualitas "sangat baik" sehingga layak didatangi. Restoran itu dinilai menyajikan hidangan yang dibuat hati-hati dan memiliki kualitas luar biasa.

Kerridge merintis Hand and Flowers hanya dengan lima kru, termasuk dirinya. Awalnya, Gastropub ini hanya mempekerjakan dua orang tukang masak dan seorang pelayan paruh waktu.

Dia mengaku mendapat dukungan besar dari istrinya Beth saat merintis usaha tersebut di tengah keterbatasan modal. Pasangan ini sempat menempati lantai atas pub buat tempat tinggal.

Saat mulai mendirikan Hand and Flowers, Kerridge masih miskin. Maka, ia sendiri yang memasang ubin di dapur Hand and Flowers, hingga menata rak dan alat memasak. Untuk mengecat restoran hybrid itu, ia pun terpaksa mengandalkan bantuan teman-teman dan kerabat.

"Kau hanya perlu melakukan dan mencobanya," begitu tips Kerridge untuk memulai bisnis kuliner.

Kerridge memang lahir dari keluarga Inggris yang memiliki kemampuan ekonomi menengah ke bawah. Dia dibesarkan oleh ibu single parent dan memiliki seorang saudara laki-laki.

"Aku memanggang pancake renyah, dan cukup sering makan mie masakan sendiri saat remaja," ujar dia.

Keterbatasan ekonomi memaksa Kerridge bekerja sebagai pencuci piring di sebuah restoran sejak usianya masih 18 tahun. Dan, sejak saat itu obsesi Kerridge adalah berkarier di dapur.


Omelet Istimewa Favorit Tom Kerridge

Kerridge yang sudah hampir 30 tahun menjalani karier sebagai koki profesional mengaku sempat kesulitan saat harus memilih 4 hidangan terbaik yang akan ditampilkan di My Greatest Dishes.

Namun, akhirnya pilihan pertama jatuh kepada menu istimewa yang sudah disediakan Hand and Flowers sejak tahun pertamanya berdiri.

Oleh Kerridge, makanan ini dinamakan Omelet Haddock Asap. Menu ini berbahan utama telur, ikan Haddock, dan susu. Haddock adalah ikan laut dengan gurat hitam di sepanjang sisi atas tubuhnya yang berwarna putih.

Cara Kerridge memasak Omelet Haddock Asap sekilas terihat mudah buat ditiru. Kerridge memulai dengan memotong daging ikan Haddock yang sudah diasapi menjadi potongan kecil.

Lantas, ia menceburkannya ke air susu yang dipanaskan secara perlahan dengan api kompor. Susu mendidih, Kerridge mematikan kompor dan mengambil potongan ikan Haddock untuk dipindahkan ke dalam oven bertemparatur rendah.

"Ini hanya agar kehangatan daging Haddock terjaga," ujar Kerridge saat tampil dalam My Greatest Dishes yang sudah dapat disaksikan di Mola TV.


Selesai mengurusi daging, Kerridge membuat glasir untuk lapisan hidangannya. Susu yang sudah memiliki rasa daging haddock dimasukkan ke wadah khusus untuk dijadikan saus putih.

Ia kemudian menuang mentega ke panci yang dipanaskan hingga mendidih, lalu dicampur tepung agar mengental. Proses itu berjalan sampai mentega menguarkan bau seperti biskuit dipanaskan.

Sebagian mentega kental disisihkan di wadah khusus. Selebihnya dicampur dengan susu. Di tahap berikutnya, bahan yang terakhir dicampur dengan empat kuning telur, diaduk, dan dipanaskan di wajan. Saat pembuatan omelet itu, Kerridge mengaduknya perlahan dari pinggir ke tengah.

"Rahasia membikin omelet, bukan di seberapa cepat memasaknya. Kau harus memperlakukannya dengan hormat," kata dia.

Setelah omelet matang, ia menaburkan garam, bubuk lada hitam, dan parutan keju cukup tebal di atasnya. Lapisan selanjutnya adalah potongan daging ikan Haddock. Terakhir, ia menuangkan saus hollandaise yang tadi dibuat dari mentega.

Sebelum dihidangkan, Kerridge mematangkan omeletnya itu dengan semburan api, hingga warna kuning dan gelap terlihat saling bersanding.

"Hidangan ini selalu membuat aku merasa bahagia," kata dia saat menikmati omelet istimewa itu.

Kerridge menggambarkan dirinya sebagai seorang koki yang "pemalas" karena tidak terlalu suka membuat hidangan dengan resep yang terlalu rumit. Bagi dia, keselarasan rasa adalah hal paling penting dalam urusan memasak.

Selain omelet, Kerridge pun menunjukan cara memasak Pennacota Kacang Tonka, salah satu menu yang membawanya menjuarai Great British Menu.

Sementara hidangan ketiga ialah Telur Cod Scotch Asin, masakan yang menurut Kerridge menjadi kunci keberhasilannya meraih Bintang Michellin kedua.

Adapun yang keempat, Kerridge memasak daging kambing panggang, menu yang membantu koki berusia 47 tahun itu berhasil menurunkan berat badan dengan diet ketat karbohidrat.

Dilepas dengan 20 episode, My Greatest Dishes Season I melibatkan sejumlah koki populer dari berbagai negara. Selain Kerridge, ada Prue Leith, Monica Galetti, Michel Roux Jr, Giorgio Locatelli, dan Angela Hartnett.

Acara yang sama menampilkan Rosemary Shrager, Michael Caines, Daniel Clifford, Ollie Dabbous, Bill Granger, Tom Kitchin, Atul Kochhar, Thomasina Miers, serta Nathan Outlaw.

Adapun lima koki lainnya yang tampil pula dalam acara My Greatest Dishes ialah Levi Roots, Theo Randall, David Thompson, Richard Bainbridge, hingga Tetsuya Wakuda.

Semua koki tersebut tidak hanya populer, tapi juga berada dalam daftar juru masak paling top di dunia. Penampilan 20 koki tersebut dalam acara My Greatest Dishes, bisa disaksikan di Mola TV.

Baca juga artikel terkait MOLA TV atau tulisan menarik lainnya Addi M Idhom
(tirto.id - )

Penulis: Addi M Idhom
Editor: Agung DH
DarkLight