Mulai 1 Januari, Jalur Pendakian Gunung Rinjani Ditutup

Oleh: Yuliana Ratnasari - 31 Desember 2016
Dibaca Normal 1 menit
Gunung Rinjani akan ditutup dari pendakian. Selama penutupan jalur, para wisatawan diimbau tidak memaksakan diri untuk mendaki.
tirto.id - Mulai 1 Januari hingga 31 Maret 2017 atau selama tiga bulan seluruh jalur pendakian ke Gunung Rinjani di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, akan ditutup. Hal itu dikemukakan Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani Agus Budi Santoso.

"Surat edaran terkait penutupan jalur pendakian Gunung Rinjani sudah ada, tinggal kita teruskan di lapangan," jelas Agus di Mataram, Sabtu (31/12/2016), sebagaimana dilansir Antara.

Ia menjelaskan, ada dua alasan penutupan jalur pendakian Gunung Rinjani harus dilakukan, yakni pemulihan ekosistem dan antisipasi cuaca ekstrem di wilayah itu.

"Ini tidak terlepas dari pengaruh siklon tropis Yvette, yang membuat intensitas hujan menjadi tinggi dan angin kencang. Sehingga, sangat berbahaya bagi jalur pendakian," jelasnya.

Penutupan jalur pendakian Gunung Rinjani itu, diberlakukan pada dua pintu utama, yakni Pelawangan Sembalun di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) dan Pelawangan Senaru di Kabupaten Lombok Utara (KLU).

"Itu jalur yang resmi, sedangkan untuk jalur tikus kita akan memantau agar tidak ada pendaki yang naik, mengingat jalur tidak resmi ini jumlahnya begitu banyak," ucapnya.

Untuk pembukaan jalur sendiri, lanjutnya, akan dilakukan 1 April 2017. Namun, sebelum jalur tersebut secara resmi dibuka kembali untuk pendakian, terlebih dahulu dilakukan kegiatan clean up di sepanjang jalur pendakian Gunung Rinjani.

"Nanti selain kegiatan clean up kita juga akan adakan festival begawe Rinjani, lomba peresean, dan lainnya," ujarnya.

Lebih lanjut, pihaknya mengimbau selama penutupan jalur, para wisatawan tidak memaksakan diri untuk mendaki ke Gunung Rinjani.

"Kita berharap agar semua ini bisa di patuhi. Karena bagaimanapun kenyamanan dan keamanan pengunjung lebih utama," katanya.

Baca juga artikel terkait GUNUNG RINJANI atau tulisan menarik lainnya Yuliana Ratnasari
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Yuliana Ratnasari
Penulis: Yuliana Ratnasari
Editor: Yuliana Ratnasari
DarkLight